e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Pesan Membawa Rindu

Setahun yang lalu..
Sudah sejak lama mencari seorang gadis berinisial NV di facebook, tak jua ketemu. Terlalu lama tak pernah memandang wajah manisnya, ada rasa rindu yang berdendang. Dia sosok gadis pujaan hati ketika dia masih SMP, waktu itu aku masih sekolah kejuruan, kelas 3. Rasa yang aku miliki tak pernah dibawa ke selatan, eh di-utara-kan. 

 
Bertahun-tahun lamanya tak pernah melihatnya, seiring waktu aku melanjutkan kuliah. Mungkin karena keinginan begitu besar, Tuhan pun mengabulkannya,
aku menemukan facebooknya tanpa sengaja. Setelah ia menerima pertemanan, aku sering mengintip statusnya, tanpa like, tanpa jempol, tanpa coment. 
 
Setelah lama berteman, suatu hari mau mengintip statusnya, Eh tak disangka pertemanan dihapus. Mungkin dia marah karena suatu hal, mungkin karena aku sering bikin status yang kadang membuat teman sekampung benci denganku, gara-gara artikel di media online yang cukup pedas mengkritik dan provokatif. Pernah juga hampir dikeroyok kelompok pemuda dari banjar tetangga. Ternyata mereka membawa masalah di dunia maya ke dunia nyata, padahal aku selalu menganggap di dunia maya itu berbeda, dunia maya ya dunia maya, dunia nyata lain urusannya. Artinya, opini atau argumen di dunia maya selesaikan di dunia maya, jangan bawa ke dunia nyata. 

 
Mungkin itu yang membuat tambatan hati kecewa. Gadis itumungkin tak pernah tahu kalau aku pernah menyimpan rasa sayang, rasa rindu. Aku takut mengutarakannya
, karena dia masih kecil. Tapi, daripada dia lebih dulu menikah, aku memberanikan diri untuk membawanya ke utara, mengutarakannya. Aku inbox dia meski pertemanan telah dihapus. 
 
Hai Nona... apa kabar?
Boleh gak menyita waktu sedikit saja, untuk membaca pesan ini.
Mungkin disadari, mungkin juga tidak sama sekali.

 
Entah kenapa aku sering merindukanmu meski dikau bukan siapa-siapa bagiku. Pada saat tertentu, aku pengen melihat kehadiranmu di depan mataku. Bahkan terkadang wajahmu begitu jelas muncul dalam pikiran. Bibirmu, kedipan matamu begitu indah untuk diingat. Tak ada gadis yang bisa muncul begitu jelas dalam ingatanku selain kamu, meski sudah lama kita tak pernah ketemu. Bahkan, dua hari yang lalu aku tak bisa tidur memikirkanmu. Adakah chemistry di antara kita?

 
Barangkali, rasa sayang yang pernah aku miliki akan hadir kembali untukmu? Mungkin dikau kaget akan hal ini. Jujur, dulu waktu aku SMK, dari sekian gadis SMP, hanya kamu yang aku sayangi tetapi aku tak pernah berani mengungkapkan perasaan itu. Dan baru kali ini, aku memiliki keberanian untuk menyampaikannya
disaat kamu sudah dewasa.
 
Aku tak mau melakukan kesalahan kedua kalinya, memendam cinta.
Know.. I Miss You..
----

 
Pesanku tak mau dibalas, meski di laptop ada pemberitahuan pesan itu telah 'dilihat'. Tak mengapa tambatan hati tak membalasnya, yang terpenting telah mengatakan apa yang pernah aku rasakan. Aku tak mau dia menikah lebih dulu, sebelum aku mengatakan rasa yang aku miliki.
Lima bulan kemudian..

 
Seiring waktu pernah muncul rasa kecewa, hingga aku berusaha untuk tak memikirkannya. Namun entah kenapa rasa rindu bangun dari tidurnya. Aku ganti nama facebook, ganti foto profile. Add dia dengan nama palsu. Mungkin dia tak menyadarinya kalau yang add pertemanan itu aku, dia menerimanya. Kadang komentar di facebooknya, dia membalasnya. Aku senang bisa saling balas komentar, bahkan adu argumentasi. Mungkin karena diskusinya hangat, mungkin dia klik profile aku. Eh besoknya aku tak bisa komentar, ternyata dihapus dari pertemanan. Ketahuan pakai nama palsu dan foto kartun.

 
Dari sikapnya itu, cukuplah untuk membuktikan kalau dia memang benci padaku. Kecewa? sudah pastinya. Karena ketika menyimpan rasa sayang setengah-seteng
ah terhadap seseorang menjadi agak sensitif, mudah tersinggung, mudah kecewa. Kekecewaan itu aku sampaikan di inbox.
 
Ya ampun.. apa sih salah bli, Vii? kok sepertinya sekarang Vi benci sama bli? bener-bener heran. Seingat bli, gak pernah berbuat salah sama Vi.

 
Entah kenapa Vi jadi benci begini sama bli..
Makasih Vi sudah benci sama bli. dan asal Vi tahu, bli pernah ada rasa sayang sama Vi.

 
Maafkan bli bila pernah menyakiti perasaanmu yang tak sengaja bli lakukan.
Tks.
-----
Hari ini.. 

 
Tak ada hujan, tak ada angin, hari ini wajah manisnya menyellinap dalam pikiran, begitu sempurna. Bentuk bibirnya, cara bicaranya begitu jelas muncul dalam pikiran. Aneh.. kenapa dia muncul tanpa diundang. Kadang aku berpandangan, ketika orang yang pernah kita sayangi mengingat kita dalam waktu tertentu, kita pun ikut mengingatnya, meski berbeda waktu. Yang tak kalah heboh, yang bisa bikin GR, aku berpandangan bahwa ketika kita bisa dengan mudah mengingat wajahnya, mendengar suaranya, caranya ia berjalan, bertindak, mudah mengingat kenangan yang berlalu, maka sebenarnya orang itu (lawan kita) pernah menyimpan rasa yang ia sembunyikan.

 
Hari ini pun aku inbox dia, agar dia tahu kalau dia datang ke dalam pikiranku tanpa diundang, pergi tanpa di antar. 

 
Entah kenapa hari ini wajah manismu muncul dalam pikiranku, padahal sudah lama tak pernah bertemu.

 
Suara renyahmu, senyum manismu begitu indah muncul dalam pikiran.
Semoga kau bahagia, Vi.
--

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts