e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Indonesia Butuh Petrus, Penembak Misterius? [Meniru Ketegasan presiden Soeharto]

Sering membaca berita perampokan sadis dengan membunuh korbannya, terlintas dalam benak saya bahwa kini Indonesia membutuhkan penembak misterius untuk memutus mata rantai para begal, perampok, dll. Begitu juga pemerintah Indonesia sudah seharusnya menumpas preman-preman yang semakin berkeliaran.

Sekitar sebulan yang lalu, dosen saya Prof Rai, pernah bercerita tentang petrus yang membasmi preman, perampok, para begal pada era pemerintahan Soeharto. Pada pagi hari, di alun-alun kota sudah ditemukan mayat tanpa kepala, kepalanya dimasukan dalam karung. Atau yang lebih sederhana, tubuhnya bersimbah darah ditembus peluru. Masyarakat pun tak ada yang berani keluar rumah lewat dari jam 10 malam.


Korban biasanya adalah orang yang dicurigai sebagai kumpulan preman, perampok, begal. Petrus melakukan aksinya pada malam hari, namun biasanya korban sasaran diincar setelah ada laporan inteligen negara, tidak sembarang orang didoor, dipenggal. Akibatnya, dari tahun 1982-1985 diklaim ada puluhan ribu korban. Preman pun sempat menghilang, para perampok, para begal ciut atas ketegasan presiden Soharto.


Saat ini, gubernur Jakarta punya gagasan untuk kembali mencontoh apa yang dilakukan presiden Soeharto, namun dengan cara yang lebih moderat, mempersenjatai polisi dengan sniper. Mungkin gagasan itu muncul gara-gara belakangan marak muncul aksi begal di Depok. Aksi para begal, cukup mengerikan. Kita pasti geram menyimak berita-berita seperti itu. Coba msialnya keluarga kita dibunuh perampok, pasti kita sangat sedih, sakit hati dan ingin membalas dendam pada pelaku.


Menurut hemat saya, kadang HAM itu perlu dikesampingkan dalam menumpas pelaku kejahatan kelas berat, seperti dengan menjatuhkan hukuman mati, melakukan operasi petrus, dll. Kenapa? pada dasarnya para begal, perampok sadis, telah melanggar HAM dengan menghilangkan HAM seseorang, membunuh korbannya. Oleh karena itu, HAM perampok, HAM para begal juga harus dihilangkan, misalnya menghilangkan haknya untuk hidup, dengan kata lain dihukum mati.


Jika para begal, para perampok dibiarkan hidup, mereka akan mempengaruhi orang lain untuk berbuat yang sama, bahkan orang lain yang dipengaruhi bisa bertindak lebih sadis. Selain itu, jika para begal, para perampok dibiarkan berkembang biak, berkeluarga dan memiliki anak, mereka akan melahirkan generasi yang sama: perampok, para begal. Oleh karena itu, negara sudah seharusnya memutus mata rantai pelaku kriminal kelas berat, demi tegaknya keamanan negara.

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts