e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Gagal Kawin (17+)

Entah apa kehendak sang nasib, mungkin sudah garis tangan, kehendak dewa. Sudah tiba waktunya memadu kasih dengan bidadari pujaan hati, akan tetapi tak jua menemukan jodoh. Ini membuat kerisauan kakak cowokku. Dia mengira aku memang tak ada niat mencari istri.
Malam hari..
Tak tahu dari mana datangnya, seorang gadis telah berada di kamarku. Mungkin gadis kesasar. Aku memandangnya tanpa berkedip, memperhatikan setiap senti tubuhnya, dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Loh! kok mirip kakakku? siapa gerangan gadis ini. Aneh! Belum sempat bertanya namanya, tiba-tiba kakaku yang cowok muncul di pintu.
“Ini bli bawakan istri buat kamu, tadi bli ketemuan sama dia, ternyata orangnya cantik. Ketemu berawal dari chating” selorohnya tanpa jeda, seakan bangga bisa mengajak gadis cantik calon istriku.
“Ajak aja dia tidur, kalau sudah tahu rasa enak, dia tak akan berpaling” aku tak dibiarkan berbicara, kakakku nyeroscos terus. Hendak bertanya padanya, malah langsung pergi. Tinggalah hanya aku di kamar bersama calon istriku.
Gadis yang tak ku kenal itu, keluar kamar. Tak lama kemudian, dia kembali membawa selimut. Menyelimuti tubuhku yang telah berbaring di tempat tidur. Lampu yang menyala terang dimatikan. Lalu, ia berbaring di sampingku. Senti demi senti sekujur tubuhku digerayangi. Tak jua membuatku bergairah. Tersentuhlah bagian tubuh yang paling rahasia, membuat kelakianku terbangun dari tidurnya.
Sejak tadi, aku tidur membelakanginya
. Dikala singa kelaparan hendak mencari mangsa, aku membalikan tubuhku. Jari-jemariku merangkak laksana laba-laba menjelajahi tebing, perlahan mendaki gunung kembar yang terlihat indah. Aku meremas dua gunung montok, bergairah sekali. Aku merambas hutan di perbukitan, melepas sisa-sisa rajutan kapas yang menyelimuti tubuhnya. Telanjang sudah..
Entah kenapa, burung hantu yang biasanya mencari mangsa di malam hari, kali ini tak mau terbangun, meski tadi sempat terjaga dari tidurnya. Gadis itu mengeluh, merengek-rengek
, protes kenapa burung hantu tak mau bangun. Aku bilang, tadi sudah diperkosa diri sendiri (onani) dua kali. Dalam kayalanku, jago bertarung, namun dihadapan gadis ini, jangankan berperang, bangun pun tak mau.
Hingga larut malam, aku tak apa-apakan gadis itu. Tak hanya gadis itu kecewa berat, aku pun merasakannya, kecewa dengan burung hantu yang meninggalakan kebiasaannya.
“Selamat ya.. akhirnya kamu menikah juga” ujar temanku pagi hari, ketika aku baru bangun, dia muncul di halaman rumah.
“Enak aja.. tahu gak, aku gak suka sama dia”
Temanku berlalu saja, tanpa membalas kicauanku. Tak menyangka calon istriku ada di belakangku. Ia marah mendengar kata-kataku. Tapi aku tak peduli dengannya. EGP!
Mendengar keributan, kakakku datang. Dia menyadari kalau aku tak suka dengan gadis itu. Calon istri gagal itu disuruh pergi sama kakaku, supaya tak dicari orang tuanya, takut dilaporkan polisi bila pergi lebih dari 1x24 jam.
Sang bidadari pergi tanpa pamitan, naik bemo. Horeee.. ! aku berteriak menengadahkan wajah ke langit. Bahagia sekali rasanya tak jadi menikah dengannya.
Kebahagiaan itu terasa hingga aku terbangun dari mimpi. Aku tertawa terkekeh-kekeh,
kenapa aku mimpi seperti itu. Tumben tidur jam delapan malam, dan terbangun jam sepuluh malam. Langsung deh gue ketik kisahnya setela makan terlebih dulu.
Ditemani lagu lawas Bintang Kehidupan (Nike Ardilla)
Malam malam aku sendiri
Tanpa cintamu lagi oh..oh ho..ho
Hanya satu keyakinanku
Bintang kan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia kan datang ..oh oh

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts