e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tuhan Hindu Orang India?

Beberapa waktu lalu, ada pernyataan menarik yang dilontarkan seseorang dalam diskusi lintas agama. Menurut pandangannya bahwa Tuhan orang Hindu adalah orang India. Opini ini berdasarkan pada Film Mahadewa, dikisahkan Yang Kuasa dalam wujud pribadi-Nya sebagai Mahadewa tinggal di Kailasha (dilafal: Kailas). Dipercaya bahwa Kailasha berada di puncak gunung Himalaya (mount everest), negara India.

Logikanya keren, dan memang benar seperti itu. Tetapi nanti dulu. Mari kita dalami lebih jauh untuk mematahkan logikanya.
Berdasarkan uraian berbagai kitab suci, bahwa Mahadewa (dewanya dewa) dipahami dalam tiga aspek (Tri Purusa); Siwaatman (Tuhan bersemayam dalam hati manusia, sering juga disebut Paramaatman; jiwa yang maha utama), Sada Siwa (Tuhan yang berwujud, saguna brahman), Parama Siwa (Nirguna brahman; ada dimana-mana, tak tergambarkan, gaib, dll).

Yang dikisahkan dalam film Mahadewa adalah aspek Tuhan yang berpribadi (saguna brahman), yang seolah-olah seperti manusia. Apalagi dipahami oleh orang yang tidak kenal dengan ajaran Hindu. Tapi orang Hindu sendiripun ada yang bingung tentang film Mahadewa. [Contoh: Banyak masyarakat Bali beranggapan bahwa dewa Prajapati Daksa adalah manusia, padahal Prajapati daksa merupakan penguasa alam roh manusia, bahkan diberikan hak untuk mencipta oleh dewa Brahma. Menurut kepercayaan Hindu ada 14 Parajapati. Di Bali, Prajapati dipuja di pura dalem Prajapati, selalu berdekatan dengan tempat pemujaan Siwa. Hal ini terjadi, mungkin seperti Prajapati Daksa, yang awalnya angkuh terhadap Mahadewa (Bhatara Siwa) kemudian bertaubat, taat melakukan pemujaan kepada Mahadewa dan akhirnya mendapat tempat di hati-Nya] Nglantur.. hehehe.

Lanjut..
Menurut kitab suci Bhagavad Gita, secara tersirat dinyatakan bahwa gunung yang tertinggi di bumi adalah gunung himalaya, “Diantara gunung Akulah Himalaya”. Juga disebutkan di dalam Siva Purana.

Umat Hindu meyakini bahwa para leluhur, para dewa atau dewa-dewi, berstana di gunung. Dan gunung tertinggi dianggap stana Tuhan. Berdasarkan keyakinan ini, benarlah bahwa Mahadewa di bumi berstana di Himalaya (Kailasha) karena gunung tertinggi di bumi adalah gunung Himalaya. Meski demikian, bukan berarti Tuhan orang Hindu orang India.

Untuk meluruskan argumen seperti itu, mari kita lihat fakta dalam praktek pemujaan masyarakat Hindu di Bali. Kenyataannya bahwa Tuhan (Siwa) diyakini berstana di gunung Agung. Nama-nama suci beliau juga dipuja di berbagai gunung yang ada di Bali; Sangkara di pura Gunung Mangu, Sambu di besakih, Iswara di gunung Lempuyang, Maheswara di pura Goalawah, Rudra di uluwatu. Dalam Dewata Nawa Sanga (Nava Sanga), hanya dewa Wisnu dan dewa Brahma yang bukan nama lain dari dewa Siwa. Dan Siwa sebagai porosnya.

Lanjut lagi,
Tahu gak kalau nama pura Besakih diambil dari nama naga Basuki (Vasuki), mengalami perubahan kata menjadi Besakih. Menurut keterangan kitab suci, ular Vasuki selalu melilit di leher-Nya.

Berdasarkan uraian kitab suci, dewa Siwa tinggal tempat Kremasi/
kuburan. Kuburan dalam konteks niskala adalah tempat terakhir bagi sang roh, namun bisa juga tempat terakhir bagi tubuh fisik, sehingga di Bali selalu ada pura Dalem dekat kuburan, tempat pemujaan kepada bhatara Siwa.

Jika di India tempat terakhir bagi sang roh di Kailasha, stananya dewa Siwa dan dewi Parwati yang berpribadi. Maka di Bali, tempat terakhir bagi roh orang Bali yang telah meninggal adalah pura Dalem Puri (dekat pura Besakih, dulu disebut pura Kedewatan), pura ini merupakan tempat pemujaan dewi Durga atau Dewi Parwati. Oleh karena itulah setiap orang yang telah diaben, berakhir di pura dalem Puri dan Besakih.

Dari uraian tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa bhatara Siwa tidak hanya berstana di Kailasha, tetapi juga di Besakih dan pura lainnya. Jika mengikuti logika seperti pada argumen pertama, maka Tuhan orang Hindu adalah orang Bali.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts