e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

PEMBEBASAN MELALUI PENYANGKALAN


BAB 18
PEMBEBASAN MELALUI PENYANGKALAN

Jai: Nek, aku bingung dengan istilah yang berbeda yang nenek gunakan. Tolong jelaskan apa perbedaan antara penyangkalan (Samnyāsa) dan bekerja tanpa pamrih (KarmaYoga)?

Nenek: Sebagian orang berpikir penyangkalan berarti pergi jauh dari keluarga, rumah, harta benda, dan tinggal di sebuah gua atau hutan atau tempat lain di luar masyarakat. Tapi Krishna mendefinisikan Samnyāsa sebagai menyerahkan keinginan egois di balik semua pekerjaan. (Gita 6,01, 18,02). Dalam KarmaYoga seseorang menyerahkan keinginan pribadinya untuk menikmati hasil dari pekerjaannya. Jadi seorang Samnyāsi adalah KarmaYogi tingkat tinggi yang tidak melakukan apa pun untuk keuntungan pribadi.

Jai: Apakah itu berarti aku tidak boleh melakukan apa-apa untuk diriku sendiri yang memberi aku kesenangan?

Nenek: Itu tergantung pada jenis kenikmatan yang ada dalam pikiranmu. Tindakan seperti merokok, minum, berjudi, dan mengkonsumsi narkoba menyenangkan pada awalnya, tapi pasti merugikan pada akhirnya. Racun mungkin terasa lezat ketika engkau meminumnya, tapi kau tahu hasilnya mematikan. Di sisi lain, tindakan seperti meditasi, poojā dan membantu orang miskin, sepertinya sulit atau membosankan pada awalnya, tetapi memberikan hasil yang sangat berguna pada akhirnya. (Gita 5.22, 18,38). Jalan yang sangat baik untuk diikuti adalah menghindari kegiatan yang tampaknya menyenangkan pada awalnya, tetapi menyebabkan efek yang merugikan pada akhirnya.

Jai: Apa jenis kegiatan dalam masyarakat yang ada, nek?

Nenek: Dalam cara hidup Veda, kegiatan manusia dibagi menjadi empat tipe universal yang dijelaskan oleh Krishna. (4,13 Gita, 18,41-44). Keempat cara tersebut yaitu --- Brāhmana, Kshatriya, Vaishya dan Shudra --- yang didasarkan pada mental, intelektual, dan kemampuan fisik seseorang  ---  bukan berdasarkan kelahiran atau tingkat sosial dimana seseorang dilahirkan ---. Namun keempat pembagian ini sering dikelirukan dengan sistem kasta zaman modern di India dan di tempat lain. Sistem kasta didasarkan hanya pada kelahiran.

Mereka yang tertarik belajar, mengajar dan membimbing orang-orang dalam hal-hal rohani disebut Brāhmana atau intelektual. Mereka yang bisa membela negara, menegakkan hukum dan ketertiban, mencegah kejahatan, dan melaksanakan keadilan disebut Kshatriya, para prajurit. Mereka yang baik dalam pertanian, beternak, bisnis, perdagangan, keuangan dan industri dikenal sebagai Vaishya atau pengusaha. Mereka yang sangat baik dalam pelayanan dan tenaga kerja digolongkan sebagai Shudra atau pekerja.

Orang dilahirkan dengan kemampuan tertentu atau dapat mengembangkan kemampuan mereka melalui pelatihan dan usaha. Lahir dalam sebuah keluarga pada tingkat sosial tertentu, apakah tinggi atau rendah, tidak menentukan kelayakan seseorang.

Keempat sistem varna maksudnya bekerja sesuai dengan keterampilan dan kemampuan. Sayangnya, empat  klasifikasi pekerjaan menjadi rusak dipecah menjadi ratusan kasta yang kaku hingga merugikan Dharma besar ini. Swami Vivekananda menganggap sistem kasta modern di India sebagai noda besar di wajah cara hidup (Dharma) kita. Bahkan beberapa imigran terdidik dari India membentuk perkumpulan berdasarkan kasta di USA!

Jai: Bagaimana orang yang tinggal dan bekerja di masyarakat bisa mencapai pembebasan?

Nenek: Kerja menjadi pemujaan bila dilakukan sebagai pelayanan kepada Tuhan dan tanpa keterikatan pribadi pada hasil. Jika engkau melakukan pekerjaanmu dengan jujur, engkau tidak akan mendapatkan reaksi Karmā dan mencapai Tuhan.

Jika engkau melakukan pekerjaan yang tidak dimaksudkan untukmu, pekerjaan seperti itu menyebabkan stres, dan engkau tidak akan berhasil. Penting untuk menemukan pekerjaan yang paling tepat sesuai dengan sifatmu. Jadi, engkau harus tahu dirimu sebelum dapat memutuskan pekerjaan yang akan cocok untukmu. (Gita 18,47). Maka pekerjaanmu tidak akan menghasilkan stres dan akan mendorong kreativitas.

Tidak ada pekerjaan yang sempurna. Setiap pekerjaan memiliki beberapa kekurangan. (Gita 18,48). Engkau tidak perlu khawatir dengan kekurangan tersebut dalam tugas dan dalam hidupmu. Engkau bisa mencapai Tuhan dengan melakukan tugasmu dengan pengabdian kepada Tuhan dan menjaga indriamu di bawah kendali dengan beberapa praktek spiritual.

Kisah berikut menggambarkan bahwa seseorang dapat mencapai realisasi diri dengan sungguh-sungguh melakukan satu tugas. (Gita 18,46-58)


26. Aku Bukan Burung Bangau

Seorang pria suci bernama Kaushika telah memperoleh kekuatan rohani yang besar. Suatu hari, ia duduk di bawah pohon melakukan meditasi. Seekor burung bangau di atas pohon membuang kotorannya dan mengotori kepala Kushika. Kaushika melihat ke atas dengan marah, dan kemarahannya menewaskan burung itu seketika. Orang suci itu sedih ketika ia melihat burung itu mati tergeletak di tanah.

Beberapa waktu kemudian, ia pergi seperti biasa untuk mengemis makanan dan berdiri di depan pintu sebuah rumah. Ibu rumah tangga itu sibuk melayani suaminya makan dan sepertinya membiarkan orang suci itu menunggu di luar. Setelah suaminya diberi makan, ia keluar dengan makanan, mengatakan, "Aku minta maaf karena telah membuat engkau menunggu lama. Maafkan aku."

Tapi Kaushika, terbakar oleh kemarahan, berkata: "Wanita, engkau telah membuat aku menunggu lama. Ini tidak adil."

"Tolong maafkan aku," kata wanita itu. "Aku sedang melayani suamiku yang sakit sehingga menyebabkan keterlambatan."

"Sangat baik untuk melayani suami," jawab Kaushika, "tapi kau tampaknya menjadi wanita yang sombong."

"Aku membiarkan engkau menunggu hanya karena aku patuh melayani suamiku yang sakit," jawabnya. "Tolong jangan marah padaku. Aku bukan burung bangau untuk dibunuh oleh pikiran marahmu. Kemarahanmu tidak bisa melukai seorang wanita yang mengabdikan dirinya untuk melayani suami dan keluarganya."

Kaushika terkejut. Dia bertanya-tanya bagaimana wanita itu tahu tentang kejadian burung bangau itu. Wanita itu melanjutkan: "Wahai orang hebat, engkau tidak tahu rahasia tugas, bahwa kemarahan adalah musuh terbesar yang berdiam di dalam diri manusia. Pergilah ke desa Rampur di Mithilā dan belajarlah rahasia melakukan satu tugas dengan pengabdian dari Vyādha Rāj"
Kaushika pergi ke desa itu dan bertemu dengan pria bernama Vyādha Rāj. Dia terkejut mengetahui pria ini menjual daging di toko daging. Penjual daging itu bangkit dari tempat duduknya dan bertanya: "Tuan apakah tuan dalam keadaan baik? Apakah wanita suci itu mengirim tuan ke sini? Aku tahu mengapa tuan datang. Mari ke rumahku."

Si tukang daging mengajak Kaushika ke rumahnya di mana Kaushika melihat keluarga yang bahagia dan sangat kagum dengan kasih dan penghargaan yang dilakukan tukang daging dalam melayani orangtuanya. Kaushika mengambil pelajaran dari tukang daging bagaimana melakukan tugas. Vyādha Rāj tidak membunuh binatang; ia tidak pernah makan daging. Dia hanya melanjutkan bisnis keluarganya setelah ayahnya pensiun.

Setelah itu, Kaushika kembali ke rumahnya dan mulai melayani orang tuanya, tugas yang ia telah abaikan sebelumnya.

Moral dari cerita ini adalah bahwa engkau dapat mencapai kesempurnaan rohani dengan melakukan kewajiban apa pun dalam hidupmu dengan jujur. Ini adalah pemujaan sejati kepada Tuhan. (Gita 18,46) Krishna hidup dalam diri kita semua dan membimbing kita untuk bekerja sesuai dengan Karmā kita sendiri. (Gita 18,61) Lakukan upaya terbaikmu, dan dengan senang hati terima hasil sebagai kehendak-Nya. Ini disebut pasrah kepada Tuhan. (Gita 18,66). Karunia pengetahuan rohani adalah hadiah terbaik karena tidak adanya pengetahuan spiritual merupakan penyebab dari semua kejahatan di dunia. Menyebarkan pengetahuan spiritual merupakan pelayanan tertinggi kepada Krishna. (Gita 18.68-69)

Kedamaian abadi dan kekayaan bisa dicapai hanya jika engkau melakukan tugas dengan baik dan juga memiliki pengetahuan spiritual yang diberikan dalam Gita yang suci oleh Krishna. (Gita 18,78)

Bab 18 Ringkasan: Tuhan Krishna mengatakan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara KarmaYogi dan Samnyāsi. Seorang KarmaYogi menyerahkan keinginan pribadinya pada hasil kerjanya, sedangkan seorang Samnyāsi bekerja tidak untuk keuntungan pribadi apapun sama sekali. Ada dua jenis kesenangan -- menolong dan menyakiti. Masyarakat memiliki pekerjaan yang berbeda yang sesuai dengan orang yang berbeda. Seseorang harus memilih bekerja dengan bijaksana. Engkau bisa mendapatkan realisasi Tuhan ketika hidup dalam masyarakat dengan mengikuti tiga D's - Duty (Tugas), Disiplin dan Devosi (Pemujaan) kepada Tuhan.


OM TAT SAT

6 Komentar:

Anonim mengatakan...

I am sure this article has touched all the internet viewers,
its really really good article on building up new web site.


Here is my weblog; buying a car on bad credit
Feel free to surf my web page - how to buy a car,buying a car,buy a car,how to buy a car bad credit,buying a car bad credit,buy a car bad credit,how to buy a car with bad credit,buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,bad credit car loans,car loans bad credit,auto loans bad credit,bad credit auto loans,buying a car bad credit loans,bad credit loans cars,buying a car and bad credit,how to buy a car on bad credit,buying a car on bad credit,loans for cars with bad credit,auto loans for bad credit,buying a car with bad credit,how to buy a car with bad credit

Anonim mengatakan...

Firѕt off I ωant to say ωonderful blog!

Ι had а quick question whіch I'd like to ask if you do not mind. I was curious to know how you center yourself and clear your head before writing. I've had a dіfficult time clеагing my thoughts in getting mу thοughts out.
I dο taκe plеasure іn wгiting
but it juѕt ѕeemѕ lіκe thе
first 10 to 15 minutes are loѕt ѕimply just trуing to figurе out hoω to bеgіn.
Anу reсommendations οr tips?
Тhаnk you!

Ϻy page; bad credit buy a car
My weblog ; buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,how to buy a car with bad credit,buy a car with bad credit ratings,buying a car with poor credit,buying cars with bad credit,buy car bad credit,auto loans for bad credit,car loans for bad credit,bad credit car buying,bad credit buy a car

Anonim mengatakan...

It is the best time to make some plans for
the future and it is time to be happy. I have read this post and if I could I want to suggest you few interesting
things or tips. Maybe you can write next articles referring to this article.
I wish to read more things about it!

Look into my web site buy a car
Feel free to visit my blog buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,how to buy a car with bad credit,buying a car,buy a car,how to buy a car

Anonim mengatakan...

Hello! I realize this is sort of off-topic but I had to ask.
Does running a well-established website such as yours take a large amount of work?
I am completely new to operating a blog however I
do write in my diary on a daily basis. I'd like to start a blog so I will be able to share my personal experience and views online. Please let me know if you have any suggestions or tips for brand new aspiring blog owners. Appreciate it!

Here is my website buying A car with bad credit
My web site :: buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,how to buy a car with bad credit,buying a car,buy a car,how to buy a car

Anonim mengatakan...

I love it when folks get together and share opinions. Great website,
stick with it!

Feel free to surf to my homepage; buying a car with bad credit
Also see my site > buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,how to buy a car with bad credit,buying a car,buy a car,how to buy a car

Anonim mengatakan...

I read this piece of writing completely about the
difference of newest and preceding technologies,
it's awesome article.

Feel free to visit my website; buy a car with bad credit
Feel free to visit my weblog : buying a car with bad credit,buy a car with bad credit,how to buy a car with bad credit,buying a car,buy a car,how to buy a car

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts