e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

KARAKTER ILAHI DAN KARAKTER IBLIS


BAB 16
KARAKTER ILAHI DAN KARAKTER IBLIS

Jai: Aku bertemu berbagai jenis siswa di kelas. Ada berapa banyak jenis orang, nek?

Nenek: Umumnya, hanya ada dua jenis (atau kasta) orang-orang di dunia ini, yang baik dan yang buruk. (Gita 16,06).  Kebanyakan orang memiliki kedua sifat, baik dan buruk. Jika engkau memiliki lebih banyak sifat baik, engkau akan disebut orang baik, dan jika engkau memiliki lebih banyak sifat-sifat buruk, engkau disebut orang jahat.

Jai: Jika aku ingin menjadi orang yang baik, kualitas apa yang harus aku miliki?

Nenek: engkau harus jujur, tanpa kekerasan, benar, tanpa amarah, tenang, tanpa bicara menyakitkan, baik hati, tidak serakah, lembut, pemaaf, dan rendah hati. Ini juga disebut sifat-sifat ilahi karena sifat ini membawa kita kepada Tuhan.

Jai: Apa kebiasaan buruk yang perlu aku hindari?

Nenek: kemunafikan, kebohongan, kesombongan, iri hati, keegoisan, kemarahan, keserakahan, kekerasan, tidak bersyukur --- ini semua sifat buruk yang akan membawa kita jauh dari Tuhan. Kualitas buruk juga menuntun kita untuk melakukan hal-hal buruk dan menjerumuskan kita dalam kesulitan. Jangan berteman dengan orang-orang yang memiliki kualitas buruk karena mereka tidak tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Selalulah berterima kasih kepada mereka yang telah membantumu. Tidak tahu berterima kasih adalah dosa besar yang tidak ada obatnya.

Nafsu, kemarahan, dan keserakahan sangat merusak. Krishna menyebutnya tiga pintu gerbang ke neraka. (Gita 16,21). Berikut adalah cerita tentang bagaimana keserakahan mengakibatkan kesedihan.


21. Kisah Seekor Anjing dan Tulang

Suatu hari seekor anjing menemukan sepotong tulang. Dia membawanya di mulutnya dan pergi ke sudut yang sepi untuk mengunyahnya. Dia duduk di sana dan mengunyah tulang selama beberapa saat. Kemudian anjing itu merasa haus dan membawa tulang itu di mulutnya dan berjalan di atas jembatan kayu kecil untuk minum air di sungai.

Ketika ia melihat bayangannya sendiri di air, ia pikir ada anjing lain dengan tulang di sungai. Karena mulai serakah, dia ingin memiliki tulang lain itu juga. Dia membuka mulutnya untuk menyalak dan mengambil tulang dari anjing lain. Begitu ia membuka mulut untuk mengambil tulang lainnya, tulang yang ada di mulutnya jatuh ke sungai. Anjing itu menyadari kesalahannya, tetapi terlambat.

Keserakahan dapat diatasi dengan menjadi puas dengan apa yang telah dimiliki. Orang yang puas adalah orang yang sangat bahagia. Seseorang yang serakah tidak dapat menemukan kedamaian sejati dan kebahagiaan dalam hidup.

Jai: Bagaimana aku bisa tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan?

Nenek: Ikuti buku-buku suci, Jai. Orang suci dan bijak memberi tahu kita apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam kitab suci kita. Miliki keyakinan pada Tuhan, dan dengarkan orang tua dan para tetua.

Kita harus mengembangkan kebiasaan yang baik sebanyak mungkin. Tapi tak seorang pun hanya punya kebiasaan baik dan tidak punya kebiasaan buruk sama sekali. Tuhan memberikan kebiasaan baik dan buruk dalam satu paket yang sama.

Berikut adalah cerita tentang bagaimana Ratu Draupadi menemukan kebenaran ini dari pengalamannya sendiri.


22. Cerita tentang Ratu Draupadi

Draupadi adalah istri dari kelima Pāndava. Dia adalah putri seorang Rsi di masa lalunya. Dia sangat cantik dan berbudi luhur, tetapi dalam masa lalunya, karena Karmā masa lalunya, dia tidak bisa menikah. Ini membuatnya tidak bahagia. Jadi dia mulai bertapa untuk menyenangkan Deva Shiva. Setelah lama melakukan tapa yang sulit, Deva Shiva senang dan bertanya berkat apa yang diinginkannya. Dia minta seorang suami yang sangat spiritual, kuat, tentara yang sangat baik, tampan, dan lembut. Deva Shiva mengabulkan keinginannya.
Dalam kehidupan berikutnya, dia menikah dengan lima bersaudara, tetapi dia tidak begitu senang dengan situasi aneh ini. Draupadi adalah pemuja Krishna, yang mengetahui masa lalu, sekarang dan masa depan semua mahluk. Krishna tahu penyebab kesedihannya dan menjelaskan bahwa itulah yang ia minta pada kehidupannya yang lalu. Krishna mengatakan tidak mungkin bagi satu orang untuk memiliki semua kualitas yang ia inginkan untuk menjadi suaminya, jadi dia menikah dengan lima suami dalam kehidupan ini, yang memiliki semua sifat yang dimintanya. Setelah mendengarkan penjelasan dari Tuhan Krishna sendiri, ia, orangtuanya, dan kelima suaminya gembira dan menerima nasib yang telah diberikan kepada mereka dan hidup bahagia.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa orang tidak dapat menemukan seorang suami atau istri dengan semua sifat-sifat baik atau buruk, sehingga seseorang harus belajar hidup dengan apa pun yang diberikan oleh nasib. Tidak ada pasangan yang sempurna karena tidak ada oang yang hanya punya kebiasaan baik dan tidak ada kebiasaan buruk.

Bab 16 Ringkasan: Secara umum, hanya ada dua jenis manusia: yang baik dan yang buruk atau jahat. Kebanyakan orang memiliki keduanya, kualitas baik dan kualitas buruk. Menyingkirkan kebiasaan buruk dan menumbuhkan kebiasaan yang baik diperlukan untuk kemajuan spiritual.

1 Komentar:

Putri Dewi Nurbayti mengatakan...

hhhhhhhhhhhhhhuuuchhhhhh

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts