e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

MANIFESTASI TUHAN


BAB 10
MANIFESTASI TUHAN

Jai: Jika Krishna berkata Ia akan mengurus kita jika kita selalu ingat dan memuja-Nya, aku ingin lebih tahu Tuhan dan mencintai-Nya. Bagaimana cara melakukan itu, nek?

Nenek: Cinta pada Tuhan disebut pengabdian (Bhakti). Jika engkau memiliki pengabdian, Tuhan akan memberimu kesadaran dan pemahaman tentang diri sejati. (Gita 10.10). Semakin banyak engkau tahu dan berpikir tentang kemuliaan, kekuasaan dan kebesaran Tuhan, cintamu akan tumbuh semakin kuat. Dengan demikian, pengetahuan dan kasih Tuhan berjalan seiring.

Jai: Tuhan begitu besar dan kuat, bagaimana aku bisa benar-benar mengenal-Nya?
Nenek: Tidak ada yang dapat sepenuhnya mengenal Tuhan. Dia adalah penyebab dan penguasa energi kosmis, suatu sebab yang akan tetap menjadi misteri besar. Tuhan tidak dilahirkan, tanpa awal atau akhir. Hanya Tuhan yang dapat benar-benar tahu Tuhan! (Gita 10.15) Jika seseorang berkata, aku tahu Tuhan, orang itu tidak tahu. Seseorang yang mengetahui kebenaran berkata: Aku tidak mengenal Tuhan.

Jai: Lalu apa yang bisa kita ketahui tentang Tuhan, nek?

Nenek: Tuhan mengetahui segala sesuatu, tapi tidak ada yang dapat mengenal Tuhan. Menurut Sankara, seluruh ciptaan tidak lain hanyalah bentuk lain dari Tuhan. Ciptaan keluar dari energi Tuhan yang disebut Māyā. Segala sesuatu berasal dari-Nya dan akhirnya kembali kepada-Nya. Tuhan hanya satu, tetapi telah menjadi banyak. Dia di mana-mana dan ada dalam segala sesuatu. (Gita 10,1939). Dia adalah Generator atau pencipta, Operator atau pengelola, dan Destroyer atau pelebur semua ciptaan-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu, termasuk matahari, bulan, bintang, angin, air, udara, api, dan bahkan pikiran, perasaan, kecerdasan, dan kualitas lainnya. Kita bisa melihat kemuliaan dan kebesaran-Nya pada seluruh ciptaan-Nya. Indahnya bumi dan langit dengan semua planet yang engkau lihat hanyalah sebagian kecil dari kemuliaan-Nya. Melihat Tuhan ada di mana-mana akan memurnikan pikiran kita dan membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Berikut ini adalah cerita tentang mengapa kita tahu sedikit tentang Tuhan. (Gita 10.15).


13. Empat Orang Buta

Empat orang buta pergi untuk mengetahui gajah. Orang pertama menyentuh kaki gajah dan berkata, "gajah seperti sebuah tiang."

Orang kedua menyentuh belalainya dan berkata, "gajah seperti sebuah bulatan tebal."

Yang ketiga menyentuh perutnya dan berkata, "gajah seperti sebuah guci besar."

Orang keempat menyentuh telinga dan berkata, "gajah itu seperti kipas tangan yang besar."

Merekapun mulai bertengkar mengenai bentuk gajah.

Seseorang yang lewat dan melihat mereka bertengkar, berkata, "Mengapa kalian semua bertengkar?" Mereka menceritakan masalahnya dan memintanya untuk menjadi hakim.

Pria itu berkata: "Tidak seorang pun dari engkau telah melihat gajah. Gajah tidak seperti sebuah tiang; kakinyalah yang seperti tiang-tiang. Dia tidak seperti bulatan tebal; belalainyalah yang seperti bulatan tebal. Dia tidak seperti sebuah guci besar; perutnyalah yang seperti guci besar. Ia tidak seperti kipas; telinganyalah yang seperti kipas. Gajah terdiri dari kaki, badan, perut, telinga, dan banyak lagi."

Dengan cara yang sama, orang-orang yang berdebat tentang sifat Tuhan hanya mengenal sebagian kecil dari realitas-Nya. Itu sebabnya orang bijak mengatakan bahwa Tuhan "bukan ini, atau itu."

Jai: Bagaimana dengan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan?

Nenek: Orang-orang semacam ini disebut atheis atau kafir. Mereka tidak percaya adanya pencipta karena mereka tidak bisa memahami bagaimana suatu kekuasaan kosmik bisa ada. Jadi, mereka mempertanyakan dan meragukan keberadaan Tuhan. Keraguan mereka dapat terhapus jika mereka menemukan guru spiritual sejati atas rahmat Tuhan. Atheis adalah orang-orang yang perjalanannya menuju Tuhan belum dimulai. Keraguan muncul bahkan dalam pikiran orang-orang yang percaya, karena itu, milikilah kepercayaan hanya pada Tuhan, dan lakukan tugasmu.

Bab 10 Ringkasan: Tidak seorang pun dapat mengenal Tuhan, Yang Mahatinggi, karena Dia adalah asal dari semua mahluk, penyebab dari segala sebab. Semuanya, termasuk tubuh kita, pikiran dan perasaan, berasal dari Tuhan. Dia adalah pencipta, pendukung, dan pelebur dari semua. Dia tak terbatas dan tidak mempunyai awal atau akhir. Seluruh alam semesta adalah perluasan sebagian kecil dari energi-Nya. (Gita 10,41-42). Semua Deva hanyalah nama-nama dari berbagai kekuatan-Nya. Menyembah Tuhan dengan kepercayaan dengan menggunakan nama bentuk dan metode apapun, memberi kita apa yang kita inginkan dan membantu kita menjadi baik dan damai.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts