e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

CIPTAAN DAN SANG PENCIPTA


BAB 13
CIPTAAN DAN SANG PENCIPTA

Jai: Nek, aku bisa makan dan tidur dan berpikir dan berbicara dan berjalan dan berlari dan bekerja dan belajar. Bagaimana tubuhku tahu cara melakukan semua ini?

Nenek: Seluruh dunia, termasuk tubuh kita, terbuat dari lima unsur dasar atau materi. Unsur-unsur ini adalah: tanah, air, api, udara, dan eter atau elemen tak terlihat. Kita memiliki sebelas indera: lima indera perasa (hidung, lidah, mata, kulit, dan telinga); lima organ tindakan (mulut, tangan, kaki, dubur, dan uretra), dan pikiran. Kita mencium bau melalui hidung, rasa melalui lidah kita, melihat melalui mata, merasakan sentuhan melalui kulit, dan mendengar melalui telinga kita. Kita juga memiliki perasaan dimana kita bisa merasakan sakit dan senang. Semua ini memberikan tubuh kita apa yang dibutuhkan untuk bekerja. (Gita 13.05-06) Roh atau Atmā di dalam tubuh kita juga disebut Prāna. Prāna memberikan kekuatan pada tubuh untuk melakukan semua kegiatan. Ketika Prāna meninggalkan tubuh, maka kita mati.

Jai: Nenek mengatakan Tuhan adalah pencipta alam semesta. Bagaimana kita tahu ada pencipta atau Tuhan?

Nenek: Pasti ada pencipta di balik setiap ciptaan, Jai. Seseorang atau suatu kekuasaan membuat mobil yang kita kendarai dan rumah yang kita tinggali. Seseorang atau suatu kekuasaan menciptakan matahari, bumi, bulan dan bintang-bintang. Kita sebut orang atau kekuatan itu Tuhan atau pencipta alam semesta ini.

Jai: Jika segala sesuatu memiliki pencipta, lalu siapa yang menciptakan Tuhan?

Nenek: Ini pertanyaan yang sangat bagus, Jai, tetapi tidak ada jawabannya. Tuhan selalu ada dan akan selalu ada. Tuhan adalah asal dari segala sesuatu, tetapi Tuhan tidak memiliki asal usul. Ya Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu, tetapi Dia tidak memiliki sumber!

Jai: Lalu, seperti apakah Tuhan, nek? Bisakah nenek menggambarkan-Nya?

Nenek: Tidak mungkin untuk menggambarkan Tuhan secara langsung. Yang Mahatinggi hanya dapat digambarkan dengan perumpamaan, dan tidak ada cara lain. Tangan, kaki, mata, kepala, mulut, dan telinga-Nya ada di mana-mana. Ia dapat melihat, merasakan, dan menikmati tanpa organ fisik. Dia tidak memiliki tubuh seperti kita. Tubuh dan indera-Nya ada di luar dunia ini. Dia berjalan tanpa kaki, mendengar tanpa telinga, melakukan semua pekerjaan tanpa tangan, mencium bau tanpa hidung, melihat tanpa mata, berbicara tanpa mulut, dan menikmati semua rasa tanpa lidah. Kegiatan-Nya begitu mengagumkan. Kebesaran-Nya tak terlukiskan. Tuhan hadir di mana-mana sepanjang waktu, sehingga Dia sangat dekat (tinggal di hati kita) serta jauh di alam-Nya. Dia adalah pencipta (Brahmā), pemelihara (Vishnu) dan pelebur (Shiva), semua dalam satu. (Gita 13.13-16). Cara terbaik untuk mengilustrasikan mengapa tidak ada yang dapat menggambarkan Tuhan (Gita 13,12-18) adalah dengan cerita tentang boneka garam.


16. Boneka Garam

Suatu kali, sebuah boneka garam pergi untuk mengukur kedalaman laut sehingga ia dapat menceritakan kepada yang lain seberapa dalam lautan itu. Tapi pada saat masuk ke air, ia mencair sehingga tidak ada yang bisa melaporkan kedalaman laut. Sama seperti itulah mengapa tidak mungkin bagi siapapun untuk menggambarkan Tuhan. Setiap kali kita berusaha, kita melebur menyatu dengan lautan realitas-Nya yang misterius. Kita tidak bisa menggambarkan Brahman. Dalam Samādhi kita dapat mengetahui Brahman, tetapi dalam penalaran dan intelek pengetahuan ini hilang sama sekali. Ini berarti orang tidak dapat mengingat pengalamannya semasa Samādhi. Seseorang yang mengetahui Brahman akan menjadi Brahman (Gita 18,55) dan tidak dapat menjelaskannya, sama seperti boneka garam mencair ke laut dan tidak bisa melaporkan kedalaman laut. Mereka yang bicara tentang Tuhan tidak memiliki pengalaman nyata. Demikianlah, Brahman hanya dapat dialami dan dirasakan.

Jai: Lalu bagaimana kita dapat mengetahui dan memahami Tuhan?

Nenek: Engkau tidak dapat mengenal Tuhan dengan pikiran dan intelek. Dia dapat diketahui hanya dengan keyakinan dan kepercayaan. Ia juga dapat dikenal dengan kesadaran tentang diri sejati. Tuhan yang satu dan sama hidup di dalam tubuh semua mahluk sebagai Roh dan mendukung kita. Itulah sebabnya mengapa kita tidak boleh menyakiti siapa pun dan harus memperlakukan semua orang sama. (Gita 13,28).  Melukai orang lain sama seperti menyakiti Atmā kita sendiri. Atmā di dalam tubuh adalah saksi, pemandu, para pendukung, para penikmat, dan pengendali dari semua peristiwa. (Gita 13,22)

Jai: Apa perbedaan antara pencipta dan ciptaan-Nya?

Nenek: Dari sudut pandang non-dualistik, tidak ada perbedaan antara keduanya. Perbedaan antara pencipta dan ciptaan seperti perbedaan antara matahari dan sinar matahari. Mereka yang memiliki kesadaran diri benar-benar memahami perbedaan antara pencipta dan ciptaan-Nya dan memiliki kesadaran akan Tuhan. (Gita 13,34). Seluruh alam semesta adalah perluasan-Nya, dan segala sesuatu adalah Dia. Tuhan adalah pencipta dan ciptaan-Nya, pelindung dan yang dilindungi, perusak dan yang dihancurkan. Dia ada di dalam kita, di luar kita, dekat, jauh, dan di mana-mana.

Jika berkat Tuhan datang kepadamu, Dia akan memberi tahu siapa engkau sesungguhnya dan apa engkau sebenarnya. Berikut ini adalah cerita bagaimana Jiva Agung menjadi jiva individu (jiva), lupa pada sifatnya yang sebenarnya dan mencoba untuk mengetahui sifatnya yang sebenarnya. (Gita 13,21)


17. Seekor Harimau Vegetarian

Suatu kali seekor harimau betina menyerang kawanan domba. Dia sedang hamil dan sangat lemah. Ketika ia melompat menyerang mangsanya, ia melahirkan seekor bayi harimau dan mati beberapa jam kemudian. Bayi harimau dibesarkan oleh domba. Domba makan rumput, sehingga bayi harimau mengikuti cara mereka. Ketika domba mengembik, bayi harimau juga ikut mengembik seperti domba. Bayi harimau itu berangsur-angsur tumbuh menjadi harimau besar. Suatu hari, harimau lain menyerang kawanan domba yang sama. Harimau itu terkejut melihat ada harimau pemakan rumput di kawanan domba tersebut. Harimau liar itu menyerang si harimau pemakan rumput yang kemudian mulai mengembik seperti domba. Harimau liar menyeretnya ke dalam air dan berkata: "Lihatlah wajahmu di dalam air. Kau sama seperti aku. Ini ada sedikit daging. Makanlah" kata harimau liar sambil menaruh sepotong daging ke mulut harimau vegetarian itu.
Namun harimau vegetarian tidak mau menerimanya dan mulai mengembik lagi. Secara perlahan, ia merasakan darah dari daging yang dijejalkan ke mulutnya dan mulai menyukainya.

Kemudian harimau liar berkata: "Sekarang kau tahu, tidak ada perbedaan antara kau dan aku. Ikuti aku ke dalam hutan."

Kita selalu berpikir bahwa kita adalah tubuh ini yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Kita bukanlah tubuh ini. Kita adalah Roh yang sangat berkuasa dalam tubuh.

Bab 13 Ringkasan: Tubuh kita seperti sebuah miniatur alam semesta. Tubuh terdiri dari lima elemen dasar dan didukung oleh Roh. Setiap ciptaan harus memiliki pencipta atau kekuatan kreatif di baliknya. Kekuatan itu kita sebut dengan berbagai nama seperti Krishna, Shiva, Ibu, Ayah, Ishvara, Allah, Tuhan, Jehovā, dll. Tuhan tidak dapat diketahui, dilihat, digambarkan, atau dipahami oleh pikiran manusia. Pencipta sendiri telah menjadi ciptaan seperti kapas menjadi benang, kain, dan pakaian. 

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts