e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Pendahuluan BHAGAVAD-GITA Untuk Anak dan Pemula

BHAGAVAD-GITA
Untuk Anak dan Pemula


PENDAHULUAN

Jai: Nek, aku punya kesulitan memahami ajaran Bhagavad-Gita. Maukah nenek membantuku?

Nenek: Tentu saja, Jai, nenek akan dengan senang hati membantumu. Engkau harus tahu bahwa kitab suci ini mengajarkan kita bagaimana untuk hidup bahagia di dunia. Ini adalah sebuah kitab suci kuno Hindu Dharma (juga dikenal sebagai Sanātana Dharma atau Hindu), tetapi dapat dipahami dan diikuti oleh orang-orang dari berbagai kepercayaan. Gita terdiri dari delapan belas 18 bab dengan total 700 ayat. Siapapun dapat terbantu dengan mempraktekkan beberapa ajaran-ajarannya sehari-hari.

Kata 'Bhagavad' berarti Tuhan atau Tuhan Yang Maha, atau Bhagavān dalam bahasa Sanskerta. 'Gita' berarti nyanyian. Jadi Bhagavad-Gita berarti Nyanyian Tuhan atau Lagu Suci, karena dinyanyikan oleh Bhagavān Shri Krishna sendiri.

Awal turunnya Gita seperti ini:

Pada zaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai dua putra, Dhritarāshtra dan Pāndu. Karena sang putra mahkota (Dhritarāshtra) dilahirkan buta; maka Pāndu (adiknya) mewarisi kerajaannya. Pāndu memiliki lima putra laki-laki. Mereka disebut Pāndava. Dhritarāshtra memiliki seratus putra. Mereka disebut Kaurava. Duryodhana adalah anak tertua dari Kaurava.

Setelah kematian raja Pāndu, putra sulungnya, Yudhisthira, menjadi raja yang sah. Hal ini membuat Duryodhana menjadi sangat iri.

Dia juga menginginkan kerajaan. Oleh karena itu, kerajaan kemudian dibagi menjadi dua bagian antara Pāndava dan Kaurava. Namun Duryodhana tidak puas dengan bagiannya. Dia menginginkan seluruh kerajaan untuk dirinya sendiri. Dia mencoba beberapa cara jahat untuk membunuh para Pāndava agar bisa mengambil kerajaan mereka. Seiring berjalannya waktu, ia berhasil mengambil alih seluruh kerajaan para Pāndava dan menolak untuk memberikannya kembali tanpa perang. Semua pembicaraan damai oleh Krishna dan yang lain-lain gagal, maka perang besar Mahābhārata tidak bisa dihindarkan.
Pāndava tidak ingin berperang, tetapi mereka hanya punya dua pilihan: memperjuangkan hak mereka karena itu adalah tugas mereka atau melarikan diri dari perang dan menerima kekalahan demi perdamaian dan anti kekerasan. Arjuna, salah seorang dari kelima Pāndava bersaudara, menghadapi pilihan ini di medan perang.

Dia harus memilih antara berperang dan membunuh guru yang paling dihormatinya, yang berada di pihak lawan. Juga teman-teman yang sangat ia sayangi, keluarga dekat, dan banyak prajurit tak berdosa. Atau dia bisa memilih melarikan diri dari medan perang demi kedamaian dan tanpa kekerasan. Delapan belas bab dari Gita merupakan pembicaraan antara Arjuna yang sedang bingung dengan sahabatnya, gurunya yang juga sepupunya --- Krishna, sang inkarnasi Tuhan --- di medan perang Kurukshetra di dekat New Delhi, India, sekitar 5.100 tahun yang lalu. Percakapan ini dilaporkan kepada raja buta, Dhristarashtra, oleh kusirnya, Sanjay, dicatat dalam epik besar, Mahabhrata.

Semua kehidupan, manusia atau bukan manusia itu suci, dan anti kekerasan atau Ahimsā adalah salah satu prinsip yang paling dasar dalam agama Hindu. Jadi ketika Krishna menyarankan Arjuna untuk bangkit dan melawan, hal ini mungkin membingungkanmu tentang prinsip Ahimsā jika engkau tidak mengingat latar belakang terjadinya perang Mahābhārata.

Ini pembicaraan rohani antara Tuhan Agung, Krishna, dengan penyembah yang juga teman-Nya, Arjuna, yang terjadi bukan di sebuah kuil, atau di hutan yang sepi, atau di puncak gunung, tapi di medan perang pada pagi hari sebelum perang dimulai.

Jai: Menarik sekali cerita ini nek, bisakah nenek menceritakannya lebih jauh?

Nenek: Baiklah. Jika engkau datang kesini setiap malam, nenek akan menceritakan seluruh cerita, satu bab setiap malam. Pastikan saja pekerjaan rumahmu sudah selesai dan engkau memiliki waktu untuk mendengarkan. Jika engkau setuju, kita mulai besok.

Jai: Terima kasih, nek. Aku akan datang untuk mendengar lebih banyak.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts