e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

KEBINGUNGAN ARJUNA


BAB 1
KEBINGUNGAN ARJUNA

Jai: Aku ingin tahu dulu bagaimana mulanya pembicaraan Krishna dan Arjuna yang terjadi di medan perang, nek.

Nenek: Ceritanya begini. Perang Mahābhārata dimulai setelah pembicaraan damai oleh Krishna dan yang lain-lain gagal untuk menghindari perang. Ketika para prajurit berkumpul di medan perang, Arjuna meminta Krishna untuk membawa keretanya di antara kedua tentara, sehingga ia bisa melihat orang-orang yang siap untuk bertempur. Melihat semua saudara, teman dan tentara di medan perang, Arjuna ngeri membayangkan akibat yang akan terjadi. Timbullah belas kasih dihatinya.

Jai: Apa artinya belas kasih, nek?

Nenek: Belas kasih tidak sama artinya dengan kasihan, Jai. Kasihan artinya melihat rendah pada orang lain sebagai orang miskin dan mahluk menyedihkan. Arjuna merasakan rasa sakit mereka seakan-akan dialaminya sendiri. Arjuna seorang pejuang besar yang telah memenangkan banyak perang dan sudah siap untuk perang, tapi tiba-tiba belas kasih membuatnya tidak ingin berperang. Dia berbicara tentang kejahatan perang dan terduduk di kursi keretanya, pikirannya penuh kesedihan. Dia melihat tidak ada gunanya pertempuran. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Jai: Aku tidak menyalahkan dia. Aku juga tidak mau berperang. Mengapa orang-orang bertengkar, nek? Mengapa ada perang?

Nenek: Jai, perang tidak hanya ada di antara bangsa-bangsa, tetapi pertengkaran antara dua orang, pertengkaran antara kakak dan adik, antara suami dan istri, antara teman dan tetangga. Alasan utamanya adalah karena orang tidak dapat melepaskan rasa ego dan keinginan. Kebanyakan perang terjadi untuk memperjuangkan kepemilikan dan kekuasaan. Tapi semua masalah bisa diselesaikan secara damai jika orang bisa melihat kedua sisi dari masalah dan mencari kesepakatan. Perang harusnya menjadi pilihan terakhir. Kitab suci kita mengatakan: Orang tidak boleh melakukan kekerasan terhadap siapa pun. Pembunuhan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apapun. Krishna mendesak Arjuna untuk memperjuangkan hak-haknya, tetapi tidak untuk membunuh secara sia-sia. Adalah tugasnya sebagai prajurit untuk berperang dan menegakkan perdamaian dan hukum dan ketertiban di bumi.

Kita manusia juga berperang di dalam diri kita masing-masing. Kekuatan negatif dan kekuatan positif kita selalu berperang. Kekuatan negatif dalam diri kita diwakili oleh para Kaurava dan kekuatan positif oleh para Pāndava. Gita tidak memiliki cerita di dalamnya untuk mengilustrasikan ajaran-ajaran itu, jadi nenek akan menambah beberapa cerita dari sumber-sumber lain untuk membantumu.

Berikut adalah sebuah cerita tentang pikiran-pikiran positif dan negatif yang saling berperang yang dikatakan Krishna sendiri kepada Arjuna dalam Mahābhārata.

1. Tuan Jujur

Ada seorang pertapa yang hebat, yang terkenal karena selalu mengatakan yang sebenarnya. Dia telah bersumpah untuk tidak berbohong dan dikenal sebagai "Tuan Jujur." Tak peduli apa yang dia katakan, semua orang percaya padanya karena ia telah mendapatkan reputasi luar biasa di masyarakat tempat ia tinggal dan melakukan praktek spiritualnya.

Suatu malam, seorang perampok sedang mengejar seorang pedagang untuk dirampok dan dibunuh. Pedagang itu berlari menyelamatkan hidupnya. Dia lari menuju hutan di mana pertapa ini tinggal.

Pedagang itu merasa sangat aman karena tidak mungkin si perampok bisa tahu di mana ia bersembunyi di hutan. Tetapi pertapa itu melihat kearah mana larinya si pedagang.

Para perampok datang ke pondok pertapa dan memberi hormat. Perampok itu tahu bahwa pertapa itu hanya akan mengatakan kebenaran dan dapat dipercaya, maka ia bertanya kepadanya apakah ia telah melihat seseorang melarikan diri. Pertapa itu tahu bahwa si perampok sedang mencari seseorang untuk dirampok dan dibunuh, karena itu ia menghadapi masalah besar. Jika dia mengatakan yang sebenarnya, pedagang pasti akan dibunuh. Jika ia berbohong, ia akan menanggung dosa berbohong dan kehilangan reputasinya. Setiap tindakan yang tidak bermoral dapat membahayakan orang lain disebut dosa. Ahimsā (anti kekerasan) dan kejujuran adalah dua ajaran yang paling penting dari semua agama yang kita harus ikuti. Jika kita harus memilih antara dua, mana yang harus kita pilih? Ini adalah pilihan yang sangat sulit.

Karena kebiasaan mengatakan yang sebenarnya, pertapa itu berkata: "Ya, aku melihat seseorang melarikan diri." Jadi, perampok berhasil menemukan pedagang dan membunuhnya. Pertapa itu sebenarnya bisa menyelamatkan hidup seseorang dengan menyembunyikan kebenaran, tetapi ia tidak berpikir dengan baik dan membuat keputusan yang salah.
Tujuan Krishna menceritakan cerita ini kepada Arjuna untuk mengajar Arjuna bahwa kadang-kadang kita harus memilih antara batu dan tempat yang keras. Krishna mengatakan kepada Arjuna bahwa pertapa bersama dengan perampok sama berdosanya karena membunuh. Perampok tidak bisa menemukan pedagang jika pertapa tidak mengatakan yang sebenarnya. Jadi ketika dua prinsip mulia bertentangan satu sama lain, kita harus tahu mana yang merupakan prinsip yang lebih tinggi. Ahimsā memiliki prioritas tertinggi, sehingga pertapa seharusnya berbohong dalam situasi ini untuk menyelamatkan kehidupan. Seseoang seharusnya tidak mengatakan suatu kebenaran yang merugikan orang lain. Tidak mudah untuk menerapkan Dharma (kebenaran) dalam situasi kehidupan nyata, karena Dharma dan Adharma (kejahatan) terkadang bisa sangat sulit untuk diputuskan. Dalam situasi seperti ini, saran ahli harus diminta.

Krishna memberi contoh lain tentang seorang perampok yang mendatangi sebuah desa untuk merampok dan membunuh penduduk desa. Dalam situasi ini, membunuh perampok akan menjadi sebuah tindakan anti kekerasan karena menewaskan satu orang dapat menyelamatkan banyak nyawa. Krishna sendiri, dalam beberapa kesempatan, harus membuat keputusan seperti itu untuk memenangkan perang Mahabhrata dan mengakhiri semua orang-orang yang lalim.

Ingat, Jai, jangan berbohong, dan jangan membunuh mahluk hidup atau menyakiti siapa pun, tapi menyelamatkan kehidupan adalah prioritas utama.

Bab 1 Ringkasan: Arjuna minta kepada kusir keretanya, yang juga temannya, Krishna, untuk membawa keretanya di antara dua tentara sehingga ia bisa melihat tentara Pāndava. Arjuna merasa sangat belas kasih melihat teman-temannya dan kerabat di sisi yang berlawanan yang harus ia bunuh untuk memenangkan perang. Dia menjadi bingung dan menolak untuk berperang.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts