e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

KARMA-YOGA, JALAN TUGAS (PELAYANAN TANPA PAMRIH)



BAB 3
KARMA-YOGA, JALAN TUGAS (PELAYANAN TANPA PAMRIH)

Jai: Mengapa kita harus mengendalikan keinginan kita, nek?

Nenek: Bila engkau memilih jalan yang salah (untuk mengejar kenikmatan), engkau harus menerima akibatnya. Itu sebabnya pekerjaan harus dilakukan untuk kesejahteraan semua dan bukan hanya untuk memuaskan keinginanmu atau untuk keuntungan pribadi. Seorang yang melakukan praktek KarmaYoga disebut KarmaYogi. Seorang KarmaYogi menemukan cara yang tepat untuk melayani dan menjadikan karyanya sebagai pemujaan. Dalam KarmaYoga, tidak ada pekerjaan yang lebih penting atau kurang penting daripada pekerjaan lain.

Jai: Paman Hari meninggalkan keluarga dan rumahnya dan pergi ke sebuah Ashram tahun lalu untuk mencari Tuhan. Apakah kita harus meninggalkan rumah untuk mencari Tuhan?

Nenek: Tidak. Dalam Gita, Krishna telah memberi kita jalan untuk menyadari adanya Tuhan. Jalan yang engkau pilih tergantung pada sifatmu. Secara umum, ada dua jenis orang di dunia: tipe pendiam (serius, introvert) dan tipe aktif. Untuk orang introvert seperti Paman Hari, jalan kesadaran rohani adalah yang terbaik. Pengikut jalan ini pergi ke guru spiritual atau seorang guru di mana mereka belajar kitab suci Veda di bawah bimbingan yang tepat. Di jalan ini, kita belajar siapa diri kita dan bagaimana kita dapat menjalani hidup bahagia dan damai.

Jai: Apakah kita harus membaca semua kitab suci untuk memahami dan menyadari Tuhan?
Nenek: Ada banyak kitab suci dalam agama kita, seperti 4 Veda, 108 Upanishad, 18 Purāna, Rāmāyana, Mahābhārata, berbagai Sutra dan banyak lainnya. Membaca semua sulit bagi kita. Krishna telah memberi kita semua yang perlu kita ketahui tentang Tuhan dalam Gita. Gita mengandung esensi dari semua Veda dan Upanishad untuk jaman modern ini.

Jai: Paman Puri adalah seorang petani dan tidak memiliki minat dalam mempelajari Gita. Dia mengatakan Gita sulit dan tidak untuk orang-orang biasa seperti dia. Jadi bagaimana Paman Puri bisa menyadari Tuhan?

Nenek: Paman Puri harus mengikuti jalan kedua, jalan KarmaYoga yang dijelaskan dalam Gita, pada bab ini. Ini adalah jalan tugas atau pelayanan tanpa pamrih. Jalan ini lebih baik bagi kebanyakan orang yang bekerja keras untuk mendukung keluarga dan tidak punya waktu atau minat untuk membaca kitab suci. Pengikut jalan ini tidak harus meninggalkan pekerjaan dan pergi ke sebuah Ashram. Mereka memasrahkan hasilnya dan melakukan pekerjaan untuk kebaikan masyarakat, bukan hanya untuk diri mereka sendiri.

Jai: Tetapi orang-orang akan bekerja lebih keras jika mereka mempunyai keinginan pribadi, bukankah begitu, nek?

Nenek: Memang benar orang akan menghasilkan lebih banyak jika mereka bekerja untuk memenuhi keinginan pribadi, tetapi mereka tidak akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang permanen. Hanya mereka yang melakukan tugas tanpa pamrih untuk kebaikan semua orang akan menemukan kedamaian dan kepuasan sejati.

Jai: Jika orang tidak bekerja untuk keuntungan pribadi, apakah mereka masih melakukan yang terbaik dan tidak menjadi malas?

Nenek: KarmaYogi sejati bekerja keras bahkan tanpa keuntungan pribadi. Hanya orang yang bodoh bekerja hanya untuk keuntungan pribadi. Dunia bisa berjalan lancar karena orang-orang melakukan tugas mereka. Orangtua bekerja keras untuk mendukung keluarga mereka, dan anak-anak melakukan bagian mereka. Tak seorang pun dapat tetap tidak aktif atau diam sepanjang waktu. Kebanyakan orang terlibat dalam beberapa kegiatan dan melakukan apa yang mereka bisa. Brahmā, sang pencipta, memberikan pelajaran pertama kepada manusia ketika berkata: Biarlah semua orang maju dan sejahtera dengan membantu sesama dan dengan melakukan tugasmu dengan benar. (Gita 3.10-11)

Jai: Apa yang terjadi jika orang bekerja keras hanya untuk keuntungan mereka sendiri?
Nenek: Mereka melakukan dosa, Jai. Suatu kesalahan jika melakukan tindakan secara egois tanpa mempertimbangkan efeknya pada orang lain. Krishna menyebut orang seperti itu pencuri, tidak berguna, dan berdosa. (Gita 3.12-13) Kita tidak boleh bekerja hanya untuk diri kita sendiri. Kita harus membantu dan melayani satu sama lain.

Jai: Apa keuntungan seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan Brahmā dan bekerja untuk kebaikan masyarakat?

Nenek: Orang seperti itu mencapai kedamaian dan kesuksesan dalam hidup ini, mencapai Tuhan setelah mati dan tidak lahir lagi di dunia ini.

Berikut ini adalah kisah modern bagaimana pelayanan tanpa pamrih, dibahas dalam Bab 3, bisa terjadi secara ajaib dalam hidup.


3. Sir Alexander Fleming

Tersebutlah seorang petani Skotlandia yang miskin. Suatu hari, sewaktu sedang bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia mendengar teriakan minta tolong yang berasal dari rawa terdekat. Dia melemparkan alatnya dan berlari ke rawa. Di sana, dilihatnya seorang anak laki-laki ketakutan, tenggelam sampai ke pinggang di rawa, berteriak-teriak dan berjuang untuk membebaskan dirinya. Petani Fleming menyelamatkan anak itu dari kemungkinan mati tenggelam secara perlahan dan menakutkan.

Keesokan harinya, sebuah kereta mewah berhenti di depan rumah sederhananya. Seorang bangsawan berpakaian bagus melangkah keluar dan memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari anak laki-laki yang telah diselamatkan Fleming.

"Aku ingin berterima kasih dan membalas kebaikan Anda," kata si bangsawan. "Anda telah menyelamatkan hidup anakku."

"Aku tidak bisa menerima bayaran atas apa yang aku lakukan," jawab petani Skotlandia itu, menolak tawaran tersebut.

Pada saat itu, anak si petani masuk ke pintu gubuk.
"Apakah itu anak Anda?" tanya bangsawan.

"Ya," jawab petani dengan bangga.

"Aku akan membuat kesepakatan. Biarkan aku memberikan pendidikan padanya setingkat dengan pendidikan anakku. Jika anak itu seperti ayahnya, dia akan tumbuh menjadi seorang laki-laki yang dapat kita berdua banggakan."

Dan itu ia lakukan. Anak petani Fleming mengikuti pendidikan di sekolah terbaik dan lulus dari St Mary's Hospital Medical School di London dan kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai Sir Alexander Fleming, penemu Penisilin.

Bertahun-tahun kemudian, anak bangsawan yang sama yang diselamatkan dari rawa itu terserang radang paru-paru. Apa yang menyelamatkan nyawanya ? Penisilin. Dan nama bangsawan itu? Lord Randolph Churchill. Nama putranya? Sir Winston Churchill yang terkenal.

Ada dikatakan: Apa yang disemai akan dituai. Ini adalah hukum universal Karmā, hukum sebab dan akibat. Dengan membantu memenuhi mimpi seseorang, maka impianmu akan dipenuhi juga oleh Tuhan!

Jai: Tolong beri aku contoh-contoh KarmaYogi sejati, nek.

Nenek: Engkau telah membaca kisah Rāmāyana. Ayah mertua Rāma adalah Janaka, Raja Janakapur. Ia mencapai Tuhan dengan melayani umat-Nya sebagai anak-anaknya sendiri, tanpa pamrih dan tanpa keterikatan pada hasil-hasil tindakannya. Dia melakukan tugasnya sebagai sebuah pemujaan kepada Tuhan. Pekerjaan yang dilakukannya tanpa pamrih. Hanya melaksanakan tugas, menjadi pemujaan kepada Tuhan, karena membantu Tuhan menjalankan dunia.

Mahātmā Gandhi seorang KarmaYogi sejati, yang bekerja tanpa pamrih dan tanpa motif pribadi seumur hidupnya, hanya untuk kebaikan masyarakat. Dia memberi contoh bagi para pemimpin dunia lain untuk mengikutinya. Ada banyak contoh lain orang tanpa pamrih.

Jai: Begitukah seharusnya para pemimpin kita bekerja?

Nenek: Ya, seorang KarmaYogi yang benar menunjukkan contoh pribadi bagaimana menjalani hidup tanpa pamrih dan mencapai Tuhan dengan mengikuti jalan KarmaYoga. (Gita 3.21)

Jai: Jika aku ingin menjadi KarmaYogi, apa yang harus aku lakukan?

Nenek: KarmaYoga mengharuskan kita melakukan tugas dalam hidup kita dengan sebaik-baiknya, tidak egois dan tanpa keterikatan dengan hasilnya. Seorang KarmaYogi tetap tenang dalam kesuksesan dan kegagalan dan tidak memiliki perasaan suka atau tidak suka pada seseorang, tempat, benda, atau pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan sebagai pelayanan tanpa pamrih untuk kesejahteraan umat manusia tidak menghasilkan Karmā baik atau buruk dan membawa seseorang kepada Tuhan.

Jai: Sulit untuk bekerja tanpa ingin mendapatkan sesuatu secara pribadi. Bagaimana kita melakukan ini, nek?

Nenek:  Seseorang yang tidak mengerti jalan spiritual bekerja hanya untuk diri mereka sendiri. Orang bijak bekerja untuk kesejahteraan semua. Orang bodoh bekerja untuk menikmati hasil kerja mereka dan menjadi melekat padanya karena mereka pikir mereka adalah pelaku. Mereka tidak menyadari bahwa semua kerja yang dilakukannya karena kuasa Tuhan yang diberikan kepadanya. Dengan kekuatan untuk melakukan tugas dan intelek untuk memilih antara tindakan yang benar dan salah, kita bertanggung jawab atas tindakan kita. Orang bertindak keliru karena mereka tidak menggunakan kecerdasan mereka dan tidak memikirkan hasil tindakan mereka terhadap orang lain.

Orang bijak mempersembahkan semua pekerjaan mereka kepada Tuhan tanpa menginginkan hasil untuk diri mereka sendiri. Orang bodoh bekerja hanya untuk memenuhi hasrat pribadi mereka. (Gita 3.25)

Jai: Dapatkah orang biasa sepertiku melakukan apa yang orang-orang hebat seperti Raja Janaka dan Mahātmā Gandhi lakukan?

Nenek: Dengan usaha, siapa pun dapat mengikuti jalan KarmaYoga. Pikirkan bahwa semua pekerjaan apapun yang sedang engkau lakukan sebagai hadiah bagi masyarakat. Jika engkau seorang mahasiswa, tugasmu adalah bersekolah, mengerjakan pekerjaan rumah, menghormati orangtua, guru, dan orang tua lain, dan membantu saudara-saudara, teman dan teman sekelas. Sebagai mahasiswa, persiapkan diri untuk menjadi warga negara yang baik dan produktif dengan memperoleh pendidikan yang baik.

Jai: Apa jenis pekerjaan yang harus aku lakukan ketika aku lulus, nek?
Nenek: Pilihlah pekerjaan yang engkau sukai dan dapat engkau lakukan dengan baik. Pekerjaanmu harus sesuai dengan sifatmu. (Gita 3,35, 18,47) Jika engkau memilih pekerjaan yang bukan merupakan keahlianmu atau yang tidak menjadi daya tarikmu maka peluang suksesmu akan terbatas. Engkau tahu apa yang dapat engkau lakukan dengan baik. Mencoba menjadi orang lain merupakan penyebab terbesar kegagalan dan ketidakbahagiaan.

Jai: Tapi tidak bolehkah aku mencoba mencari pekerjaan yang baik, seperti teknik, mengajar atau di pemerintahan?

Nenek: Tidak ada yang namanya pekerjaan baik atau buruk. Semua jenis pekerjaan diperlukan agar semua bisa tetap berjalan. Beberapa pekerjaan dibayar lebih daripada yang lain, tetapi pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi biasanya lebih sulit dan lebih menyebabkan stres jika engkau tidak memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan itu. Jika engkau memenuhi syarat untuk pekerjaan dengan gaji lebih rendah, jalani hidup sederhana dan hindari keperluan yang tidak perlu. Hidup sederhana berarti tidak menginginkan terlalu banyak materi. Batasi dirimu untuk kebutuhan dasar kehidupan. Kendalikan keinginanmu. Sang Buddha berkata: Keinginan adalah penyebab dari segala kejahatan dan penderitaan.

Jai: Apakah keinginan merupakan alasan mengapa orang melakukan perbuatan buruk?

Nenek: Ya Jai, keinginan kita untuk kenikmatan adalah penyebab dari segala kejahatan. Jika kita tidak mengendalikan keinginan kita maka keinginan kita yang akan mengendalikan kita, dan kita akan menjadi korban keinginan kita sendiri. Kontrol keinginanmu karena apa pun yang engkau inginkan, juga menginginkanmu!

Jai: Kalau begitu, apakah semua keinginan buruk?

Nenek: Tidak, tidak semua keinginan buruk. Keinginan untuk melayani orang lain adalah suatu keinginan luhur. Keinginan untuk menikmati kesenangan itu buruk karena dosa dan mengarah pada kegiatan-kegiatan ilegal. Selalu ingat bahwa hasrat tidak akan pernah berakhir setelah engkau mendapatkan apa yang engkau inginkan. Keinginan baru akan muncul lagi dan ini mengarah pada keserakahan. Dan jika engkau tidak mendapatkan apa yang engkau inginkan, maka engkau menjadi marah. Orang bisa melakukan hal-hal buruk ketika mereka marah.

Jai: Bagaimana kita bisa mengendalikan keinginan kita untuk menikmati kesenangan?
Nenek: Salah satu cara adalah dengan pengetahuan yang diberikan dalam Gita dan dengan kekuatan pikiran. Sebelum engkau mengikuti keinginanmu, selalulah pikirkan hasil tindakan itu. Keinginan dimulai dalam pikiran dan tinggal di sana. Engkau dapat mengendalikan pikiran dengan kecerdasan dan penalaranmu.

Ketika masih muda, pikiranmu menjadi kotor seperti air jernih dalam kolam yang menjadi keruh selama musim hujan. Jika kecerdasanmu tidak mengendalikan pikiranmu, maka pikiran akan berjalan menuju kenikmatan rasa. Hal ini akan mencegahmu mencapai tujuan-tujuan hidup yang lebih tinggi. Jadi tetapkan tujuan yang tinggi dalam kehidupan untuk menjaga pikiran tidak menjadi kotor oleh kesenangan sensual seperti merokok, alkohol, narkoba, dan kebiasaan buruk lainnya. Kebiasaan buruk sangat sulit untuk disingkirkan. Jadi hindarilah kebiasaan itu dari awal. Bergaullah dengan orang baik, baca buku yang baik, hindari orang jahat, dan pikirkan akibat jangka panjang dari tindakanmu.

Jai: Nek, setelah kita bisa membedakan yang benar dan yang salah, mengapa kita tidak bisa menghindari melakukan kesalahan?

Nenek: Jika kita tidak mengendalikan pikiran kita, pikiran akan mencoba melemahkan kita dan membawa kita ke jalan yang salah dengan mengejar kesenangan sensual. Kita harus mengawasi pikiran kita dan tetap di dalam jalur yang benar.

Bab 3 Ringkasan: Tuhan Krishna menyebutkan dua jalan utama untuk kedamaian dan kebahagiaan hidup. Jalan yang dipilih tergantung pada masing-masing individu. Lebih mudah bagi kebanyakan orang untuk mengikuti jalan KarmaYoga, jalan pelayanan tanpa pamrih. Untuk membantu satu sama lain adalah ajaran pertama sang pencipta. Hal ini menyebabkan kehidupan terus berjalan dan masyarakat semakin maju. Kita semua harus melakukan tugas kita sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan kita. Pilihlah karir yang paling sesuai dengan sifatmu. Tidak ada pekerjaan yang kecil. Bukan apa yang engkau lakukan, tapi bagaimana engkau melakukannya, itu yang penting. Akhirnya, Krishna mengatakan bahwa kita harus mengendalikan keinginan kita untuk mengejar kesenangan. Hasrat untuk mencari kesenangan yang tidak terkontrol akan membawa kita kepada kegagalan dan penderitaan dalam hidup. Kita harus berpikir mengenai hasil dari suatu tindakan sebelum mengambil tindakan itu. Dengan segala cara, hindari berteman dengan orang jahat

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts