e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Tamat Sekolah Menurut Veda

SAMAVARTANA SAMSKARA

Uduttamam varuna pasamasmad avadhamam vi madhyamam srathaya, Atha vayamaditya vrate tawanagaso aditaye syama.
(Rgveda: 1-24-15)

Oh Dewa Varuna (Varuna), lepaskanlah (uta) ikatan (pasam) di atas (uttamam) kami (asmat), lepaskanlah (ava) ikatan di bawah (adhamam), dan longgarkanlah ikatan di tengah (vimadhyamamsrthaya). Setelah lepas dari semua ikatan ini (atha), kami (vayhm) dalam hukum-Mu yang kekal (adityavrate) akan mencapai moksa (aditaye) dan menjadi (syama) bebas dari dosa. 

‘Oh Deva Varuna, bebaskanlah kami dari ikatan di atas dan bebaskanlah juga dari ikatan di bawah, serta bebaskan pula dari ikatan di tengah. Setelah bebas dari ikatan-ikatan tersebut, kami dalam hukum-Mu yang kekal akan mendapatkan moksa dan kami terbebas dari segala dosa’.

Samavartana samskara dilaksanakan setelah seorang anak menyelesaikan pendidikannya. Samavartana, berarti kembali ke rumah setelah menyelesaikan pendidikan. Anak, yang diharapkan bertapa dan dilarang hidup mewah saat dalam masa pendidikan, dapat berkumpul kembali bersama keluarga dan menikmati kehidupan duniawi. 

Sebelum meninggalkan sekolah (gurukula), guru akan memberikan nasihat terakhir agar sang murid mampu menghadapi dunia luar. Nasihat itu berbunyi sebagai berikut: 

Ye ke casmat sreyamsah brahma nah tesam,
Tvayasanena prasvasitavyam,
Sradhaya deyam asradhaya deyam,
Sriya deyam, hrya deyam, bhiya deyam, samvida deyam.

Yang berarti :
Bergaullah dengan orang-orang baik dan bijaksana.
Bersedekahlah dengan hati yang tulus (sraddha), tetapi meskipun tiada ketulusan, sebaiknya tetaplah bersedekah. 

Wahai anakku, bagikanlah kepada orang lain jika kau memiliki kekayaan berlimpah, bersedekahlah karena rasa malu bila kau tak rela, bersedekahlah demi kesejahteraan umat manusia).

Paraskara Grhasutra
(2-5-35) menjelaskan mengenai tiga snataka (wisuda), yaitu vidyasnataka, berarti murid yang hanya menyelesaikan pendidikan dan kemudian tidak meneruskan kehidupan brahmacari, Vratasnataka adalah murid yang tidak menyelesaikan pendidikan, namun menjalankan kehidupan brahamcari dengan jujur, Vidyavratanataka: murid yang menyelesaikan pendidikan dan menjalankan kehidupan brahmacari dengan benar. 




Dalam Chandogya Upanisad dibahas tentang konsep brahmacari. Ada tiga macam brahmacari, yaitu vasu brahmacari adalah murid yang menjalani kehidupan brahmacari selama 24 tahun, sedangkan rudra brahmacari selama 36 tahun, dan aditya brahmacari selama 48 tahun. Dengan konsep tersebut, guru dapat memberi beberapa pilihan kepada murid. Jika seorang murid hanya ingin menjalani kehidupan brahmacari selama 24 tahun, kemudian kembali ke rumah dan menikah, akan disebut vasu. Setelah itu, ia dapat hidup bermasyarakat dengan baik. 

Dalam samskara tersebut murid akan mengembalikan danda (tongkat) dan mekhala (sabuk sutera) yang didapat dalam upanayana samskara. Dengan demikian, samavartana samskara bertujuan agar anak yang telah selesai mempelajarai veda dan ilmu pengetahuan lain, bisa kembali ke rumah, bekerja dan menikah. Wisuda merupakan contoh samavartana samskara pada zaman sekarang.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts