e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Sebelum Kehamilan

Garbhadhana Samskara (Upacara Sebelum Kehamilan)


Yatheyam prthivi mahi bhutanam garbhamadadhe,
Eva te dhriyatam garbho anu sutum savitave 
(Atharvaveda : 6.17.1)

Seperti (yatha) bumi yang luas ini (iyam mahi prthivi) menetapkan sejumlah makhluk dalam kandungannya (bhutanam garbhamadadhe) demikian juga wahai istriku kamu (te) menjadi hamil (garbho anu dhriyatam) dan kehamilan tersebut melahirkan seorang anak seperti surya yang penuh dengan cahaya dan sinar.
“Seperti halnya bumi yang luas ini, mengandung semua makhluk, demikian juga oh istriku engkau menjadi hamil dan dari kehamilan tersebut dapat melahirkan seorang yang seperti sang surya penuh dengan cahaya dan sinar”.

Mantra tersebut berasal dari Atharvaveda yang membicarakan tentang Garbhadhana samskara atau upacara sebelum kehamilan. Mantra tersebut perlu diucapkan sebelum suami istri mempunyai keinginan untuk mendapatkan keturunan atau anak. Dalam Susruta 1.35, dikatakan bahwa waktu untuk pernikahan pria di atas 25 tahun dan wanita dan di atas 16 tahun dan tidak boleh di bawah umur ini. Jika seorang anak lahir dari kandungan ibu di bawah umur ini, anak yang akan lahir kurang sempurna dan akan cepat meninggal.
Upacara Garbha Samskara

Dalam Manawa Dharmasastra 3.40.50 dikatakan bahwa waktu yang paling cocok untuk melakukan hubungan suami istri untuk menghasilkan anak adalah 16 hari setelah mulainya menstruasi. Empat hari setelah masa menstruasi atau setelah hari kelima sampai hari ke dua belas hari sejak selesai menstruasi dan jika hamil, anak yang lahir akan sempurna dan sehat serta bijaksana. Jika wanita hamil setelah hari kedua belas, anak yang lahir akan kurang sempurna dalam umur, kesehatan, kekayaan, keuntungan, kekuatan dan warna (tasu utarottaramayuh arogya).
Dalam Manusmrti dikatakan, jika menginginkan anak yang lahir laki-laki, hubungan perlu dilakukan setelah selesai menstruasi, yaitu empat hari dan malam ke 6, 8, 10, 12, 14 dan 16. Di sini, tiga hitungan dari belakang tersebut akan lahir bayi laki-laki yang bagus. Tetapi, jika menginginkan anak perempuan, hubungan perlu dilakukan setelah menstruasi pada malam ke 5, 7, 9 dan 15. Dikatakan pula, jika terjadi kelebihan sperma dari laki-laki yang menyebabkan yang lahir laki-laki dan kelebihan sukra dari istri akan melahirkan anak perempuan.
Sebelum melakukan hubungan suami istri perlu diucapkan mantra berikut : Om Agni vayucandrasuryah prayascittayo yuyam devanam prayascittayah stha brahmano vo nathakama upadhavami yasyah papi laskmi stanusta masya apahat svana. (Gobhilgrhasutra-5). Terjemahan : “Oh Dewa Agni, Vayu, Candra dan Surya, Engkau semua adalah dewa yang menyucikan segala prayascitta, seperti api mengeluarkan kotoran-kotoran, menyucikan sebuah barang dan lalu menjadikannya murni kembali. Dengan keinginan untuk mencari Tuhan, saya mencari perlindungan para dewa supaya istriku bilamana pernah mendapatkan kekayaan dengan tidak melalui jalan dharma sehingga menimbulkan dosa, mohon dimaafkan”.
Beberapa hari setelah diketahui istri hamil, perlu diucapkan mantra : Om suryo no divaspatu vato antariksat, agnirnah, parthivebhyah. (Rgveda. 10.158.1). Terjemahan : “Oh Dewa Surya, anugerahilah dari surga loka dan lindungilah jabang bayi yang masih dalam kandungan ini, demikian juga semoga Dewa Bayu memberikan anugerah dari antariksa dan dari bumi Dewa Agni melindungi”.
Ada pula mantra lain yang perlu diucapkan yang berasal dari Rgveda : Dasa masanchasa yanah kumaro adhi matari, niraitu jivo aksato jivo jivantya adhi. (Rgveda. 5.78.9).

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts