e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Menindik Anak

 KARNAVEDHA SAMSKARA

Bhadram karnebhih srnuyama deva bhadram pasyemaksabhir yajatrah,
Sthirair angaistustavam sastanubhir vyasemahi devahitam yadayuh.
( Yajurveda: 25-21)

Oh para deva (devah), semoga telinga (karnebih) kami mendengar (srnuyam) segala yang baik (bhadram). Oh kekuatan, Mahayadnya, semoga mata (aksabhi) kami melihat (pasyema) segala yang baik (bhadram). Tubuh (tanubhih) kami dengan anggota tubuh yang kuat (sthirai angai) memuja-Mu (tustavamsah) dan memperoleh (vyasemahi) umur (tat ayuh) sesuai dengan karma. 

‘Oh para Dewa! Semoga kami mendengar segala yang baik-baik dari telinga kami. Oh Makakekuatan, semoga kami dapat melihat yang baik-baik dengan mata kami. Semoga badan kami dengan anggota tubuh yang kuat dapat memuja-Mu dan dapat memperoleh umur sesuai dengan karma kami’.




Samskara kesembilan adalah Karnavedha Samskara. Karna, berarti telinga dan “vedha” berarti menindik. Menurut Katyayana Grhasutra, samskara ini sebaiknya dilaksanakan pada tahun ketiga atau kelima (karnavedho varsetrtiye pancame va). Sementara itu, Susruta membahas makna samskara tersebut, yaitu melindungi kesehatan anak dan mengenakan perhiasan (raksabhusananamittam balasya karnau vidhyate).
Dalam buku Cakrapani ditulis karnavyadhe krte balo na grahair abhibhutyate, yang artinya: dengan menindik telinga, pengaruh perbintangan (astrologi) yang jahat tidak bisa menyerang anak. Pendapat ini tidak sesuai dengan veda. Namun beberapa penyakit dapat dicegah dengan melaksanakan samskara tersebut seperti yang ditulis dalam Susruta, bahwa anak laki-laki akan terhindar dari penyakit hernia.
Menurut Susruta, sebuah urat akan terpotong saat telinga ditindik yang menyebabkan penyakit hernia bisa dihindari. Ulasan Susruta yang merupakan buku terkuno tentang ilmu bedah (surgery) belum mendapat perhatian para dokter modern. Melalui samskara tersebut, anak laki-laki maupun perempuan bisa mengenakan perhiasan. Perhiasan dikenakan dengan dua tujuan, yaitu untuk tampil menarik dan mendapatkan rasa nyaman (karena emas memiliki kekuatan sehingga mempengaruhi kesehatan pemakainya). Jadi karnavedha samskara bisa dilakukan bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal itu terbukti sampai sekarang sehingga kaum perempuan menindik telinga mereka. Bahkan pada zaman dahulu pria pun, khususnya para ksatriya melakukannya. Ada kemungkian samskara tersebut juga berkaitan dengan upacara potong gigi yang ada di Bali.
Samskara kesembilan dilakukan mulai dari menindik telinga sampai dengan potong gigi. Selain samskara tersebut, tidak ada samskara lain yang memiliki hubungan yang begitu dekat dengan upacara potong gigi. Dengan demikian, mantra di atas perlu diucapkan sebelum samskara tersebut dilaksanakan agar anak yang baru beberapa tahun selalu mendengar dan melihat yang baik-baik, dengan tubuhnya yang sehat dan kuat selalu memuja Tuhan, memiliki sifat-sifat menuju ke jalan yang benar.
 

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts