e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Memberi Nama Bayi

Namakarana Samskara
(Upacara Memberi Nama Anak)
 
Ko asi katamo asi kasyasi ko namasi, yasya te namamanmahi yam tva some natitrpama, bhurbhuvahsvah suprajah prajabhih syam suviro viraih suposah posaih.
                        (Yajurveda : 7.29)
Pada hari ini kami memberikan (amanmahi) nama kepadamu (te nama) dan kami juga memuaskan kamu (yam tva) dengan susu dari ibu (somena). Untuk itu, wahai anakku, siapa kamu (ko asi), kamu milik siapa (kasyasi), yang mana kamu (katamo asi), dan siapa namamu (ko namasi) Tuhan yang memberikan prana, kebahagiaan dan menjauhkan kita dari segala duka (bhur buvah svah) semoga kami mendapatkan keturunan yang baik (suprajah) dari semua golongan manusia (prajabhi) dan dari para ksatriya (viraih) mendapatkan keturunan yang sehat atau prawira (suvira) dan selalu berkembang sehat dengan makanan yang bergizi (suposah posaih).
“Pada hari ini kami memberikan nama kepadamu, dan juga memuaskanmu dengan air susu ibu. Untuk itulah, wahai anakku, siapakah sebenarnya kamu? Dan milik siapa? Dan yang manakah kamu? Siapakah namamu? Tuhan yang telah memberikan prana, kebahagiaan, dan telah menjauhkan kita dari segala duka. Semoga kami mendapat keturunan yang baik dari semua unsur gologan manusia dan para ksatriya mendapatkan keturunan yang sehat dan perwira yang berkembang dengan makanan yang sehat dan penuh gizi”.

Adat Jawa Dalam Memberi Nama Bayi

Samskara kelima adalah samskara yang bertujuan untuk membentuk manusia yang sejati. Samskara ini disebut Namakarana samskara atau samskara untuk memberikan nama kepada anak. Dalam Veda dikatakan bahwa nama yang diberikan kepada anak harus mempunyai makna dan tujuan yang bisa mengingatkan kepada anak supaya menjadi sesuai dengan nama yang telah diberikan. Dalam Laghu Pattrika dikatakan bahwa apapun yang kita pikirkan, demikian pula yang diucapkan, dan apa yang kita ucapkan hendaknya demikian pula yang kita lakukan. 

Dalam kesusastraan Sanskerta konsep sabda begitu penting. Melalui kata-kata kita bisa mencapai tujuan kehidupan. Orang yang mempelajari Upanisad mengucapkan Soham (saya adalah Dia) dan seorang pengikut Vedanta mengatakan aham bhrahma asmi

Kata-kata yang bermakna sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, demikian pula nama. Jika nama yang diberikan bermakna, seseorang bisa menjadi seperti namanya. Seperti Vivekananda, Viveka berarti pengetahuan, dan ananda berarti kebahagiaan sempurna. Dan Swami Vivekananda membuktikan hal ini. Beberapa hal dibahas dalam Samskara Vidhi yang ditulis oleh Swami Dayananda Sarasvati yang perlu dipelajari untuk memperdalam samskara-samskara tersebut. Menurut Swami Dayananda nama-nama yang tidak boleh diberikan kepada anak adalah mengambil nama jenis burung, binatang, nama-nama kota, dan sejenisnya. Dalam Manavadharmasastra (3-9) dikatakan bahwa wanita yang mempunyai nama yang berkaitan dengan naksatra, pohon, sungai, gunung, burung, dan ular sebaiknya dihindari. Hal tersebut disebabkan karena nama-nama tersebut tidak bisa memberikan sesuatu, sehingga nama-nama tersebut perlu dihindari. Dengan demikian nama-nama yang perlu diberikan kepada anak adalah nama-nama yang dalam pengucapannya enak dan tidak sulit diucapkan. 

Nama yang dalam satu suku kata mengandung beberapa konsonan perlu dihindari untuk menghindari pengucapan yang sulit dan kesalahan pengucapan. Dalam Samskara Vidhi juga dikatakan bahwa beberapa huruf baik konsonan dan vokal yang perlu digunakan dalam sebuah nama, yaitu konsonan meliputi gha, na, ja, jha, na, da, dha, ba, bha, ma, ya, ra, la, va, dan ha, dan vokal meliputi (pendek), (panjang), i (pendek), dan (panjang). Tujuan dari penggunaan huruf tersebut adalah mudah untuk diucapkan dan mempunyai suara merdu. 

Dalam Caraka Samhita dikatakan bahwa nama yang akan diberikan kepada anak perlu dikaitkan dengan Naksatra dan Muhurta. Untuk memahami dengan mudah, setiap hari ada dewa-dewa yang khusus, sehingga pemberian nama sebaiknya berkaitan dengan dewa-dewa tersebut. Seperti dalam kalender Hindu terdapat 16 tithi dan 14 hari yaitu tanggal 1 sampai dengan 14 dan ditambah dua hari, yaitu purnama dan tilem. Enam belas hari itu mempunyai 16 dewa tersendiri, nama-nama yang diberikan hendaknya berkaitan dengan dewa-dewa tersebut. Dewa-dewa tersebut berurutan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 14 dan purnama dan tilem, yaitu Brahma, Tvastr, Visnu, Yama, Soma, Kumara, Muni, Vasu, Siva, Dharma, Rudra, Vayu, Kama, Ananta, Visvedeva dan Pitar

Mantra di atas perlu diucapkan pada waktu memberikan nama kepada anak. Para keluarga dan teman-teman yang hadir dalam upacara tersebut mengucapkan mantra untuk keselamatan anaknya sebagai berikut: he balak, tvam ayusman varcasvi tejasvi sriman bhuyah. Terjemahan, wahai anak, semoga kamu panjang umur, memiliki pengetahuan, menjadi dermawan, mempunyai cahaya, dan memiliki kekayaan. Dengan demikian Namakarana samskara hendaknya dilaksanakan pada hari kesebelas.
 

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts