e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Bayi Dalam Kandungan

Punsavana Samskara (Upacara Bayi Dalam Kandungan).
*di Bali disebut Upacara Magedong-gedongan



Suparnosi garutmam strivrtte siro gayatran caksur brhad rathantare paksau, stoma atma chandamsyangani yajumsi nama, sama te tanurvamadevyam yajnayajniyam pucchan dhisnyah saphah, suparnosi garutman divan gaccha svah pata.
                        (Yajurveda : 12-4) 

Wahai, bayi yang ada dalam kandungan, kamu adalah seperti seekor burung (garutmanasi) yang bersayap indah (suparnah) pikiranmu mempunyai tiga pengetahuan yaitu jnana, karma dan bhakti (te sirah trivrtah). Dalam jnana marga, Gayatri Mantram menjadi tujuan (gayatram te caksu). Dalam karma marga, seperti rodanya kereta kuda berjalan dengan cepat demikian juga kamu menjalani karma-mu (brhat rathantare te paksau). Dalam bhakti marga atma-mu memuja Tuhan (stomah te atma) anggota badanmu sebagai candra itu sendiri dari Yajurveda (yajunsinam chandansyangani) nyanyian Samaveda adalah badanmu (vamadevyam sama te tanuh). Karma yang baik adalah yajna dan karma yang tidak baik adalah ayajna. Karena karma tersebut adalah seperti seekor burung (yajjnayajniyam puccham) yang mencengkeram bertengger dengan kukunya yang kuat demikian juga kamu hidup atas dasar budimu (sapha dhisnyah). Wahai anak seperti seekor burung yang indah (suparnoasi garutman) seperti seekor burung terbang di antariksa loka demikian juga kamu setelah lahir di bumi ini dan mempunyai sifat yang baik untuk mendapatkan moksa

“Wahai bayi yang ada dalam kandungan ibu, kamu diibaratkan seekor burung yang memiliki sayap yang indah dan dalam pikiranmu terdapat tiga pengetahuan yaitu jnana, karma dan bhakti. Dalam jnana marga, Gayatri Mantra merupakan tujuanmu, dalam karma marga seperti kereta kuda di mana terdapat roda-roda kereta yang meluncur dengan cepatnya, demikian juga kamu menjalankan karma. Dalam bhakti marga, atmamu selalu memuja Tuhan”.



Tujuan dari Punsavana Samskara adalah agar ibu memperhatikan bayi di dalam kandungan. Pada waktu bulan kedua atau ketiga kehamilan ibu, pada waktu itu muncul dua permasalahan, yaitu jangan sampai kehamilan tersebut gagal dan bayi yang dikandung jangan sampai tidak sempurna. Supaya kedua hal itu tidak terjadi, para rsi memperkenalkan punsavana samskara agar bayi yang dikandung berkembang dengan baik dan tidak ada hal yang negatif. 

Para rsi melalui 16 samskara ingin supaya mulai dari kandungan sampai meninggal dunia, manusia diikat dalam samskara sehingga mampu memperbaiki diri dan selalu ingat dengan tujuan hidup ini, yaitu moksa. Para rsi juga percaya bahwa bayi yang akan lahir bukanlah anak biasa karena telah dilaksanakan upacara Punsavana sesuai dengan Veda. Melalui Samskara tersebut ibu akan selalu sehat dan bayi yang akan lahir tanpa gangguan serta ibu yang mengikuti upacara tersebut dapat membersihkan pikiran dan selalu tenang supaya bayi yang dikandung bisa dipengaruhi oleh sifat-sifat baik. Para rsi percaya, melalui samskara tersebut manusia bisa diubah menuju ke jalan yang benar. Demikian juga bayi yang dikandung yang membawa karma-nya sendiri agar menuju kebaikan dan lahir menjadi manusia sejati. Punsavana samskara dilakukan setelah samskara kehamilan, yaitu garbhadhana. Punsavana samskara perlu dilakukan agar bayi yang dikandung berkembang secara sempurna dan sehat. 

Dalam Caraka Samhita terdapat beberapa hal penting. Buku yang ditulis oleh rsi Caraka itu menyatakan pada sutra ke 42. Jika wanita yang hamil tidur telanjang, bayi yang lahir akan gila. Jika dia suka bertengkar, bayi yang lahir akan berpenyakit. Jika dia selalu berhubungan seks, bayi yang lahir juga akan demikian. Jika dia selalu berpikir dan sedih, bayi yang lahir akan kurus dan takut. Jika dia makan terlalu banyak asam, bayi yang lahir akan punya penyakit kulit. Jika dia makan banyak garam, bayi yang lahir akan berambut cepat putih. Supaya yang dijelaskan oleh Caraka tersebut tidak terjadi, hal-hal tersebut perlu diperhatikan.
Caraka dalam sutra ke 44 menjelaskan bahwa, sejak awal kehamilannya, ibu hendaknya selalu berbahagia, memakai busana dan kain putih, berpikiran yang tenang, dan dalam pikirannya selalu ada keinginan untuk menolong orang lain, seperti ayah, suami, guru dan lain-lain. Dia harus menjauhi diri dari wajah-wajah jelek, menghindari makan makanan basi, menghindari pergi ke rumah yang kosong, demikian juga tempat pembakaran mayat. Hal-hal di atas juga perlu diperhatikan supaya bayi yang dikandung berkembang dengan baik tanpa gangguan. 

Mantra di atas, yaitu suparno, perlu diucapkan oleh suaminya dengan meletakkan tangan di atas perut istrinya, dengan mantra yang berasal dari Yajurveda supaya anak mendapatkan ajaran Veda yang mengajarkan tiga jalan kehidupan yaitu jnana, bakti, dan karma marga untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia ini dan nanti bisa mendapatkan moksa.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts