e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Upacara Bayi Baru Lahir

Jatakarma Samskara


Tryayusam jamadagneh kasyapasya tryayusam,
yaddevesu tryayusam tanno astu tryayusam.
                    (Yajurveda : 3.62)
Semoga kami (nah) mendapatkan (astu) umur yang panjang tiga kali lebih (trayusam) dibandingkan dengan seorang yang melaksanakan yajna (trayusam jamndagneh), seorang petani (kasyapasya trayusam), dan seseroang yang mempunyai sifat-sifat kedewataan (yaddevesu trayusam) seperti mereka mendapatkan umur yang panjang, demikian juga kami sekeluarga semoga mendapatkan umur yang lebih panjang dari mereka.
“Semoga kami memperoleh umur panjang tiga kali lebih panjang dari orang yang melakukan yajna, dari petani, dan dari seseorang yang memiliki sifat-sifat kedewataan. Seperti mereka yang mendapatkan umur panjang, demikian pula kami juga mendapatkan umur yang lebih panjang tiga kali lipat dari mereka”.

Ritual Bayi Baru Lahir

Garbhadhana, Simantonayana dan Punsavana Samskara dilakukan pada waktu bayi berada dalam kandungan ibu dan ketiga upacara ini disebut prenatal. Sedangkan samskara keempat, yaitu Jatakarma dilakukan setelah bayi lahir ke dunia ini. Sebelum bayi lahir, ibu dan faktor keturunan sangat berpengaruh terhadap bayi. Tetapi setelah bayi lahir, lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap bayi. Jatakarma, berarti setelah bayi lahir perlu dilakukan beberapa hal supaya anak yang lahir ke dunia ini mendapat lingkungan yang baik hingga menjadi manusia yang baik pula. 

Setelah lahir, muka dan hidung bayi perlu dibersihkan supaya dia bisa menerima air susu ibunya dengan baik. Dalam Susruta dikatakan bahwa dalam upacara tersebut ibu dan ayah bayi tersebut sebenarnya menulis AUM di atas lidah bayinya dengan madu, yang berarti semoga bayi mengingat dan mengucapkan kata-kata AUM. Setelah itu, ibu dan ayah bayi dalam upacara tersebut perlu mengucapkan kata-kata AUM, “vedo asi” di telinga bayi yang berarti namamu adalah Veda. Dengan demikian ibu dan ayah memberikan nama Veda. Yang dimaksud di sini adalah supaya anak memiliki pengetahuan melalui Veda, selalu mendengarkan dan mengikuti ajaran Veda. Tujuan menulis “Omkara” pada lidah bayi dan mengucapkan “vedo asi” di telinga bayi adalah supaya anak tidak terlalu terpengaruh oleh sifat-sifat duniawi dan menuju kebenaran atau lebih mengutamakan kehidupan spiritual. 

Pada waktu menulis “Omkara” di atas lidah bayi perlu diucapkan mantra dari Asvalayana Grhasutra, sebagai berikut : Om prate dadami madhuno ghrtasya vedam savitra prasutam maghonam ayusman gupto devatabhih satam jiva sarado loke asmin (Asvalayana Grhasutra : 1.15.1). Artinya adalah : Kami meneteskan manu madu dan mentega yang semuanya disiapkan oleh raja kekayaan, yaitu Tuhan. Dengan mengetahui hal itu, semoga kamu hidup di dunia ini selama seratus tahun”. Yang dimaksud di sini ialah tetesan madu, mentega dan tulisan “Omkara” sekaligus memperkenalkan makanan dan minuman supaya anak yang baru lahir tersebut bisa hidup sehat dan dengan makanan yang sattvika dia dapat hidup seratus tahun tanpa mendapat penyakit. Dalam mantra Brahmana dikatakan bahwa madu dan mentega adalah makanan yang merupakan kehidupan dan amrta. 

Mantra yang perlu diucapkan untuk keselamatan ibu adalah : Om idasi maitravaruni vire viramajijanathah satvam viravati bhava yasman viravatoakarat (Paraskar Grhasutra 1.16.19). Artinya adalah : Semoga kamu memiliki budi seperti Deva Mitra dan Varuna, semoga kamu selalu melahirkan anak yang sehat untuk melanjutkan keturunan yang baik. Dalam Jatakarma Samskara, ibu sebelum memberikan susu kepada bayinya perlu mengucapkan mantra berikut : Om imam stanamurjas vantam dhayapam prapina magne sarirasya madhye, utsan jusasva madhu mantamarvantsamudriyam sadanama visasva (Yajur veda. 17.87). Artinya adalah “Oh anakku, minumlah susu ibu ini yang penuh dengan energi dan kekuatan“. Dalam Ayurveda dikatakan anak yang mendapatkan air susu ibu akan tumbuh dengan baik dan sehat, karena air susu ibu adalah makanan yang paling baik untuk kesehatan bayi. 

Setelah selesai upacara perlu diucapkan mantra dari Atharvaveda oleh keluarga sebagai berikut Om vivasvanno abhayam krnotu yah sutrama jiradanuh sudanuh, iheme vira bahavo bhavantu gomadasvavan mayyastu pustam. (Atharva veda : 18.3.61). Terjemahan : Semoga Tuhan memberikan perlindungan, memberikan kehidupan, memberikan segala-galanya, menjauhkan kita dari kegelapan, Tuhan seperti itu memberikan abhayam (tanpa ketakutan) dan di rumah ini selalu lahir putra yang baik dan binatang-binatang terpelihara, dan selalu mendapatkan perlindungan. 

Dengan demikian dalam jatakarma samskara dimohon kepada Tuhan semoga anak yang lahir mendapat umur panjang. Dalam mantra di atas, seperti seorang pelaksana yajna selalu mendapat umur panjang, demikian pula seorang petani yang bekerja keras untuk menghasilkan kebutuhan manusia (oleh karena itu petani disebut ayahnya makanan). Petani sangat mendapat kehormatan dalam Veda. Setelah pelaksana yajna dan petani, yang ketiga adalah seorang yang memiliki sifat-sifat kedewataan. Menurut Veda, ketiga orang tersebut selalu akan mendapatkan kedamaian dan mendapatkan umur panjang. Demikian juga, dengan pelaksanaan jatakarma samskara dimohon kepada Tuhan semoga anak yang lahir mengikuti ketiga orang tersebut dan hidupnya semoga lebih panjang dari mereka.

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts