e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Tuhan Yang Mencintai Semua Orang

 
Tak jarang orang beraaggapan bahwa Tuhan itu keji , hanya mencintai manusia yang menyembahnya, tidak mau menyembah Tuhan dikutuk, masuk neraka jahanan. Benarkah tuhan demikian kejam? Sudah sering penulis katakan bahwa Tuhan tidak pernah menghukum manusia, tetapi hukum yang diciptakan oleh-Nya yang mengatur semua mahkluk , baik alam kecil maupun alam besar, makrokosmos dan mikrokosmos.
Bukti-bukti bahwa Tuhan itu mencintai semua bagian-Nya ( bahasa yang lebih mudah dipahami Tuhan mencintai semua ciptaan-Nya). Dapat dilihat dari wahyu yang disabdakan maupun apa yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Wahyu dalam ajaran weda sedikit berbeda dengan ajaran agama lain. Didalam ajaran weda Wahyu Tuhan disabdakan melalui dua cara yaitu melalui pewahyuaan kepada Para Maha Rsi saat ber-Yoga dan diwahyukan secara langsung . tidak ada istilah sabda Tuhan diturunkan melalui utusan Tuhan, jika Tuhan memiliki utusan dapat dikatakan Tuhan itu manja; dalam ajaran weda Tuhan menjelma menjadi awatara untuk menegakan keadilan sebagai bukti bahwa Tuhan itu benar-benar sayang kepada semua mahkluk. Marilah kita simak satu per satu sloka yang terkait, anda boleh menafsirkan sesuai kata hati anda, namun sebelum menafsirkannya, seyogianya hati tetap jernih agar tidak berlogika tetapi gunakanlah kata hati.
Melalui kekuatan-Ku semua mahkluk hidup,bernafas, makan,melihat dan mendengar, walaupun mereka tidak mengetahui hal itu,mereka tinggal dalam cinta-Ku, Aku pada mereka, mereka di dalam diri-KU.
Rgveda X.125.4
samo ‘ha sarva-bhūteu na me dveyo ‘sti na priyah
ye bhajanti tu mā bhaktyā mayi te teu cāpy aham
(Bhagawadgita, IX:29)
Arti:
Aku tidak pernah iri dan selalu bersikap adil terhadap semua makhluk.
Bagi-Ku tidak ada yang paling Ku-benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi.
Tetapi yang berbakti kepada-Ku, dia berada pada-Ku dan Aku bersamanya pula
yada-yada hi dharmasy , glanir bhavanti bhatara
abhyutthanam adharmasya , tada ‘tmanam srijamy aham
(Bhagavad Gita I:7)
artinya:
Manakala dharma hendak sirna dan adharma hendak merajalela
saat itu, wahai keturunan Barata Aku sendiri turun menjelma.
perkataan dharma berarti : kebenaran spiritual, dan adharma berarti : ketidak-benaran atau dosa.
Arjuna juga dipanggil dengan sebutan “barata” atau “keturunan Bharata” sebab Bharata adalah kakek dari kuru sedangkan kuru adalah nenek-moyang Kaurawa dan Pandawa.
paritranaya sadhunam vinasaya cha dushkritam
dharma samsthapanarthaya sambhavami yuge-yuge.
(Bhagavad Gita IV:8)
artinya:
demi untuk melindungi kebajikkan, demi untuk memusnahkan kejaliman
dan demi untuk menegakkan dharma ,aku lahir ke dunia dari masa-ke-masa
perkataan yuga berarti : abad, jaman atau masa. Krisna sebagai avatara (yaitu penjelmahan Brahman) lahir ke dunia pada jaman dimana kebajikkan diteror dan kebenaran diperkosa, yang pada masa peperangan besar Mahabarata berkecamuk yang memusnahkan segala. Demi untuk melindungi kebajikkan dan menegakkan kebenaran bagi umat manusia inilah Krisna lahir ke dunia. Satu yuga abad diantara kelahiran seorang avatara yang satu dan avatara yang lain. Tetapi pengertian satu abad disini haruslah diartikan dalam hubungannya dengan sejarah spirituil manusia, dan bukan satu abad yang berarti 100 tahun.
Dengan memahami sloka dan mantra weda diatas , betapa sungguh luar biasa cinta Tuhan kepada semua mahkluk. Oleh karena itu jangan sia-siakan hidup sebagai manusia untuk bersujud kepada-Nya dan melaksanakan kewajiban serta Dharma sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan.



  • 30 November 2011 17:47:14
    0
    Setujuu… Pada dasarnya ajaran semua agama adalah sama. Menciptakan kebaikan di bumi dan alam semesta..
    Suka
    Balas |
  • 30 November 2011 17:55:49
    0
    hanya saja karena ahamkara atau ego manusia, terkadanga berbuat jahat atas nama Tuhan. ironis memang. kadang kala sayapun suka mengkritik agama lain yang semestinya tidak boleh dilakukan.
    Suka
    Balas |
  • 30 November 2011 18:49:47
    0
    om swastiatu,
    bagus skali tulisannya tiang adalah penganut Hindu yg jauh di rantauan dan sangat buta tentang ajaran Hindu itu sendiri.
    mengenai awatara, seperti halnya rama awatara yg merupakan jelmaan Brahman, berarti Tuhan memiliki nafsu seperti manusia? makan, minum, menikah dll.
    mohon pencerahannya
    suksme
    Suka
    Balas |
  • 1 December 2011 12:50:22
    0
    Tuhan mana kala menjelma ke dunia, Beliau tunduk pada Hukum yang diciptakan-Nya. tuhan sebagai pencipta hukum (Rta dan Dharma)tidak semena-mena terhadap hukum yang dibuat-Nya. tidak seperti pemimpin di Indonesia. dia membuat hukum, dia pula yang melanggar hukum.
    Suka
    Balas |
  • 30 November 2011 20:01:30
    0
    inspiratif
    Suka
    Balas |
  • 30 November 2011 21:22:02
    0
    Betul Pak, Tuhan mencintai seluruh ciptaannya, dan untuk kedamaian di dunia. Terkadang kita baru ingat Tuhan, mana kala kita mendapat masalah. Inspiratif. Salam.
    Suka
    Balas |
  • 30 November 2011 21:34:01
    0
    “tidak ada istilah sabda Tuhan diturunkan melalui utusan Tuhan, jika Tuhan memiliki utusan dapat dikatakan Tuhan itu manja” hahaha… masuk indeks favourite quote nih mas harusnya..
    Nah, kalo ada yang ngaku “utusan” gimana dong? hehe…
    Suka
    Balas |
  • 1 December 2011 13:00:18
    0
    kalau ada yang mengatakan dirinya utusan tuhan itu pengakuan yang palsu. orang yang berani menyebut dirinya begini begitu, itu tandanya orang dalam kedaan angkuh
    Suka

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts