e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Menggugat Perusakan Patung Wayang

Kami sebagai Generasi Muda Hindu sangat Prihatin dengan kenyataan yang diterima oleh orang-orang Hindu dari mayoritas. Semestinya Mereka melindungi yang kecil tetapi justru yang Mayoritas mengintimidasi terhadap Minoritas. Tidaklah salah jika Wikileak pernah memberitakan bahwa Hindu di Indonesia diintimidasi.
Tindakan perusakan yang dilakukan sekelompok orang terhadap patung wayang di beberapa daerah kusunya Purwakarta, merupakan bentuk penghinaan terhadap agama Hindu, Tokoh-Tokoh didalam pewayanagn adalah Tokoh-tokoh kepahlawan didalam Itihasa, kususnya Mahabharata . perusakan-perusakan terhadap Tokoh pewayangan sama dengan pelecehan tehadap Agama Hindu.
Belajar melalui Cerita-cerita pewayangan merupakan Petunjuk Weda:
Menghayati Weda tidak cukup hanya melihat aspek Sruti dan Smrtinya saja  tetapi seluruh produk Smrti dan Wibandha/nibhanda itupun perlu harus dihayati dan dikaji. Oleh karena itu Bhagawan Wararuci (Kathyayana) didalam kitab Sarasamuccayanya seseorang mempelajari pula Itihasa dan Purana karena mereka yang tidak menghayati suplemen Weda itu tidaklah dapat menghayati Weda dengan baik.
itihasa Puranabhyam vedam samupabrmhayet.
Bibhetyalpasrutaad vedo mamayam praharisyati.
(Vayu Purana. 1.20)
Maksudnya:
Hendaknya memahami makna Veda melalui Itihasa dan Purana. Veda takut pada orang yang sedikit pengetahuannya. Veda berpikir bahwa ia akan memukulnya.
sloka vayu purana  di atas, pada jaman kejayaan majapahit diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno termuat dalam kitab Sarasamuccaya yang merupakan karya kompilasi dari mahàrsi Vararuci sebagai berikut :
Ndan Sang Hyang Veda paripùróakêna sira, maka sàdhana sang hyang Itihàsa,sang hyang Puràna, apan atakut sang hyang Veda ring
wwang akêdik ajinya, ling nira, kamung hyang haywa tiki umàra ri kami ling nira mangkana rakwa atakut
. Sarasamuccaya 39.
(Veda itu hendaknya dipelajari dengan sempurna melalui jalan mempelajari Itihàsa dan Puràna sebab Veda itu akan takut kepada orang-orang yang sedikit pengetahuannya, sabdanya:wahai tuan-tuan jangan datang padaku,demikian konon sabdanya karena takut).
Itihasa yang dimaksud adalah Kitab Mahabharata dan Ramayana, dalam arti luas yang dimaksud Itihasa adalah cerita-cerita Kuno, termasuk didalamnya Dongeng, Hikayat, Legenda dan sejarah.
Tokoh – Tokoh wayang yang patungnya dirusak dilukiskan dalam Kisah Mahabharata. Sesungguhnya sudah jelas perusakan terhadap patung-patung Tokoh-Tokoh Wayang adalah termasuk Pidana Agama yaitu perusakan dan penghinaan terhadap Agama Hindu.
Dibawah ini kutipan berita yang dikutip dari media Republika sebagai berikut “Ratusan warga menghancurkan beberapa patung wayang yang bertengger di sejumlah lokasi di kota Purwakarta, Jawa Barat, Ahad. Dari pantauan, patung-patung yang dihancurkan itu antara lain patung wayang Bima, Semar, Gatotkaca dan patung manusia.
“Perusakan patung terjadi secara tiba-tiba oleh segerombolan orang,” ujar Muhtar, seorang warga Jalan Baru, di mana sebuah patung wayang Bima dihancurkan massa. Patung Gatotkaca dan semar yang “berdiri tegak” di perempatan Comro dan Sasakbeusi, juga hancur dirusak massa.
“Massa sepertinya marah karena itu tanpa dikomando mereka langsung melakukan perusakan patung,” ujar Mulyana, seorang warga yang mengaku melihat aksi perusakan patung semar di Sasakbeusi.
Perusakan juga terjadi pada sebuah patung manusia yang dipasang di depan gerbang kantor bupati. Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang, namun situasi kota Purwakarta, masih kondusif.
Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan perusakaan patung-patung tersebut dilakukan oleh ratusan warga, sesaat setelah berlangsung istigosah di Masjid Agung Purwakarta. Awal bulan puasa lalu, sebuah patung wayang yang bertengger di perempatan Jalan Tengah, kota Purwakarta juga dibakar massa.”
Menyimak berita diatas cukup membuat hati miris. Bagaimana hal ini bias terjadi padahal Wayang merupakan produk kebudayaan asli Nusantara, jika kita tidak mau memelihara kebudayaan kita , terus siapa lagi? Seandainya wayang dipatenkan oleh amerika , apakah Kita Terima? Mengapa kalian justru mengagung-agungkan budaya timur tengah yang tandus yang belum tentu lebih baik dari budaya kita? Pantaslah rakyat Indonesia dipotong lehernya di negeri seberang, dicincang , diludahi. Perlu kita ketahui, semakin tinggi kebudayaan suatu daerah maka semakin tinggi masyarakat taat terhadap Hukum, baik Hukum Negara maupun Hukum agama serta Adat-istiadat. Jika suatu agama justru menghancurkan suatu Kebudayaan maka sesungguhnya agama tersebut justru akan membawa kehancuran bagi masyarakat yang beradab dan berbudaya.
Mengenai berita-berita perusakan wayang , setelah diamati terhadap tanggapan-tanggapan mereka kemudian dianalisa sebagian besar orang Islam setuju atas perusakan tersebut terutama dikalangan kaum muda. Hanya dikalangan Islam Liberal dan Kejawen yang meyesalkan perusakan patung-patung wayang di Purwakarta.
Apa sumber penyebab dari kasus-kasus seperti Itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena ajaran agama Islam. Semakin marakanya kasus-kasus yang serupa diakibatkan karena para pendakwah semakin genjar mendakwahkan Ajaran Agamanya yang Konon Turun dari langit tetapi membawa kehancuran bagi umat Manusia. Memang suatu hal yang lucu dan menyedihkan kalau ajaran Langit membawa kerusakan Bumi. Apakah tidak sebaiknya diajarkan kepada manusia langit saja, karena kita Hidup di bumi? Pertanyaan seperti itu hanya Lelucon yang sderhana tetapi menyedihkan.
Pandangan seorang Tokoh Pewayangan terhadap Pewayangan :
Menurut Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) DKI Jakarta, Rohmad Hadiwijoyo, wayang merupakan gambaran keadaan kehidupan yang memiliki relevansi yang kuat dengan dunia kita.
Melalui wayang dapat dipetik pelajaran dan memungut hikmah dari kisah-kisah pewayangan melalui tokoh-tokoh wayang tersebut.
Kearifan budaya lokal, seperti wayang sesungguhnya mengandung filosofi yang sangat tinggi dan mendalam mengenai makna hidup dan ini pun diajarkan dalam agama,” ujar Rohmad Hadiwijoyo .
“Budaya dan agama seharusnya bisa saling mengisi dan perlu adanya dialog antar lintas agama dan budaya sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” jelasnya. Di kutip dari okezone.
Sumber Ayat-ayat penyebab perusakan Patung-patung Wayang :
Al Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda :
Siapa saja yang membuat gambar (manusia atau hewan) maka Allah akan menyiksanya karena gambar tersebut di hari kiamat hingga ia meniupkan ruh ke dalamnya, padahal ia sama sekali tidak mampu melakukannya.”
Begitu pula kalung salib, pohon natal, simbol zionis, swastika, baju bikini, patung dan merupakan madaniyah yang lahir dari hadlarah bukan Islam.
Barang siapa mencari dien (agama dan sistem hidup) selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima apapun darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran 85).
Kalau mereka Konsisten seharusnya mereka juga perusak gambar-gambar para tokoh politik, merusak photo-photo presiden, tugu-tugu Pahlawan Nasional dan patung maupun gambar-gambar lainya . NAMUN ADALAH SUATU FAKTA yang dirusak hanya yang berkaitan dengan HINDU.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menyatakan di dalam kitabnya Raudhatut Thalibin (11/228) pada bagian kedua: “Dan dia menyanyi dengan sebagian alat musik yang merupakan syi’ar para peminum khamr.”
Abu Ishaq rahimahullahu berkata: “Tidak sepantasnya bagi orang yang mencium aroma ilmu untuk tidak mengharamkan musik. Yang paling ringan (hukumnya) adalah bahwa (musik) merupakan syi’ar orang-orang fasik dan pemabuk.”
Abdullah bin Ahmad rahimahullahu berkata: “Aku bertanya kepada ayahku (Al-Imam Ahmad t) tentang nyanyian. Beliau berkata: ‘Nyanyian menumbuhkan kemunafikan di dalam hati dan tidak menyenangkanku’.”
Lebih Jauh lagi Jika mereka benar-benar ingin Islam menjadi Murni seharusnya mereka juga melarang adanya TV, Radio , Konser-Konser, Dakwah Melalui TV. NAMUN ADALAH SUATU FAKTA mereka sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut,
Perlu dketahui . Dengan Nyanyian seseorang lebih mudah mencapai tingkat kesadaran spiritual. Maka dari itu Pujangga – pujangga Nusantara gemar sekali membuat Nyanyian dalam bentuk kidung yang merupakan penjewantahan dari Petunjuk weda , bahwa dengan belajar nyanyian suci, seperti kidung, kekawin dapat mempercepat kesadaran spiritual dan lebih mudah memahami hakekat Tuhan.
Nyanyian-nyanyian yang dibenarkan yang berkaitan dengan Dharma (hukum,etika) dan nyanyian tentang keagungan Tuhan. Inilah salah satu sumber ajaran Kristen menagapa Orang-orang Kristen juga melantunkan nyanyian-nyanyian suci terhadap Tuhan.
ADMIN  YANG TERHORMAT.
MOHON TULISAN INI JANGAN DIHAPUS. CATATAN SAYA INI PENTING , JIKA TULISAN YANG SAYA BUAT SEBULAN YANG LALU MEMANG SAYA YANG SALAH. TAPI KALAU TULISAN INI DIHAPUS , LEBIH BAIK ANDA MEMBLOKIR AKUN SAYA.

2 Komentar:

Anonim mengatakan...

what's up mertamupu.blogspot.com owner discovered your site via Google but it was hard to find and I see you could have more visitors because there are not so many comments yet. I have found site which offer to dramtically increase traffic to your site http://xrumerservice.org they claim they managed to get close to 1000 visitors/day using their services you could also get lot more targeted traffic from search engines as you have now. I used their services and got significantly more visitors to my site. Hope this helps :) They offer keyword ranking tool seo strategy backlinks backlink builder Take care. steve

Anonim mengatakan...

mertamupu.blogspot.com this post Anda juga dapat berkonsultasi dengan dealer Anda skema pembayaran

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts