e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Jumlah Makluk Hidup Tetap Sama?




Belajar  merenungi tentang ajaran  agama terkadang seperti orang kebingungan  yg tak nentu dan penuh tanda Tanya????????????????????????????????..... dan seterusnya. Sebab kemampuan manusia untuk memahami yg tak tampak memang sangatlah sulit, memahami hal yang tidak ada tetapi sesungguhnya ada. Sedangkan belajar ilmu IPA Jawabanya pasti (pada umumnya ) maka dari itu disebut Ilmu pasti, nah bagaimana dengan memahami ajaran agama yg sulit dimengerti seperti ajaran Sanatana  Dharma yg lumrah disebut Agama Hindu (agama Veda)
Belajar agama Veda memang tiada habisnya, mungkin sepadan dengan ilmu pengetahuan modern namun arah pembelajaranya yang berbeda yaitu ke arah pengetahuan Spiritual, Veda sendiri adalah ilmu pengetahuan, yg berasal dari bahasa sansekerta Vid, "pengetahuan suci") dan kemudian Di Indonesia Tuhan agama Hindu disebut Ida Sang Hyang Widi Wasa ( Dia Yang Maha tahu dan berkuasa atas segalanya). Weda merupakan kumpulan sastra-sastra kuno dari zaman India Kuno yang jumlahnya sangat banyak dan luas. Termasuk juga lontar-lontar seperti yang terdapat di Bali dan kitab – kitab di daerah Lainya
Ilmu pengetahuan modern begitu cepat berkembang terutama pengetahuan Teknologi, kemajuan teknologi sangat mendukung untuk mempelajari Veda yg sulit dipahami (contohnya anda bisa cari sendiri). Dengan semakin majunya Teknologi kehidupan manusiapun semakin mudah dan juga semakin menderita, kenapa menderita? Sebab dengan kemajuan teknologi banyak dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negative, contoh konkrit adalah pemanasan Global (global Warming)  dan juga karena untuk mendapatkan alat-alat yg mempermudah untuk beraktivitas (Kendaraan,Hp,alat-alat Rumah Tangga, dll) membutuhkan waktu dan usaha yang keras, kalo sukses sih enjoy aja namun bagaimana dengan yang selalu gagal? Bisa setres bahkan bunuh diri, Menyedihkan memang… semakin menderita karena hanya menginginkan hal-hal yang bersifat sementara/tidak kekal
Tujuan agama Hindu adalah kebahagian jasmani dan kebahagian Rohani (moksa) yg berpegang pada Dharma (kebenaran), untuk mencapai ke dua hal tersebut adalah dengan melepaskan diri dari keterikatan material, kalo tidak maka kita akan menjadi budak material itu sendiri.. mencapai hal itu adalah sesuatu yang luar biasa sulitnya, melepaskan dari keterikatan saja susahnya minta ampun bagaimana bisa mencapai kebahagian rohani (moksa)?, namun walaupun susah itulah sebuah petualangan  untuk mencapai pencerahan spiritual, meniti jalan ke surga dan memperoleh kebahagian abadi / MOKSA (menyatu dengan Tuhan). Ini adalah tanda keberhasilan hidup seseorang, bagaimana dengan yang tidak berhasil mencapai tujuan tersebut? Manusia tidak menemui kebahagian sehingga terjadi keputusasaan yg ujung-ujungnya adalah pendritaan, karena hidup menderita tak jarang seseorang melakukan tindak kejahatan yg bertentangan dengan ajaran dharma (hukum kebenaran) ,setiap tindakan ada hasilnya yg disebut Hukum Karmaphala (Sebab dan Reaksi), “sebab menimbulkan akibat sedangkan Reaksi  menghasilkan dampak”(tafsir pribadi).
Berbicara mengenai hukum karmaphala tidak terlepas dari pembicaraan Reinkarnasi (punarbawa) yaitu kelahiran berulang-ulang yg merupakan bagian dari keyakinan umat Hindu yang disebut Panca Srada (lima dasar keyakinan pokok):
  1. Widhi Tattwa – percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
  2. Atma Tattwa – percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
  3. Karmaphala Tattwa – percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
  4. Punarbhawa Tattwa – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
  5. Moksa Tattwa – percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia
Yang paling menjadi perhatian umat manusia(terutama para ilmuan) adalah Punarbhawa Tattwa – percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi), Dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Apabila manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmati. Proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran tertinggi (moksa).
 seseorang ataupun makluk lain berReinkarnasi naik dan juga turun (dari tumbuhan/makluk kecil lainya menjadi hewan,dari hewan menjadi manusia, dari manusia menjadi bhatara,dari bhatara menjadi Tuhan dan begitu sebaliknya). Roh seseorang yg terikat karma buruk menjelma ke makluk yg lebih rendah entah itu manusia hina,hewan,bakteri.dsb dari badan yang satu ke badan yang lain. Bagi umat non-hindu ada yang bertanya begini:
1.berarti Tuhanya orang hindu hanya menciptakan sejumlah mahluk hidup yang sudah ditetapkanya aja dong?? misalnya dia ciptakan 100 mahluk hidup doang… truz tinggal ngurusin yang 100 td jd mahluk hidup apa lg setelah mati tergantung amalnya.
aneh????
2.jd kalo semua mahluk hidup mempunyai jiwa yang baik atau mencapai moskha jd abiz dong tu mahluk hidup… he..lucu ya

Dari pertanyaan no. 1 dalam benak saya berpikir “kayaknya ini ada benarnya” walopun susah di buktikan, didalam ilmu fisika zat itu jumlahnya tetap sama,air di bumi jumlahnya tetap sama meski dalam kehidupan kita merasakan air itu selalu berkurang padahal tetap sama, bagaimana dengan makluk hidup jika sesuaikan dengan konsep Reinkarnasi, APAKAH MAKLUK HIDUP TETAP SAMA?
Bisa iya.. sebab konsep reinkarnasi adalah dari satu badan ke badan yg lainya, tetapi bentuk badan serta kemampuanya yg membedakan, tergantung dari karma masing-masing individu.. sekarang kita lihat kenyataanya bahwa manusia semakin bertambah namun kita tak pernah memikirkan kalau jumlah hewan dan tumbuhan semakin berkurang, semakin hari sifat manusia semakin jauh dari norma-norma dan ajaran Dharma (kebenaran) hanya untuk mengejar sesuatu yg bersifat sementara atau kepuasaan sesaat. kemudian dari itu munculah pertanyaan di benak saya “apakah jaman sekarang kebanyakan manusia merupakan Reinkarnasi dari hewan / tumbuhan? Melihat tingkah laku manusia sekarang tak ubahnya seperti binatang, dari proses reinkarnasi timbulah pemikiran “MAKLUK HIDUP JUMLAHNYA TETAP SAMA.”  Tetapi yang pasti adalah Jumlah makluk hidup tetap sama yaitu tak terbatas , karena tidak ada yang bisa menghitung. Sama halnya dengan roh yg memenuhi alam semesta yg tak ada ujung dan batasnya.
Veda mengatakan; “asitim caturas caiva laksams tan iva-jatisubhramadbhih purusaih prapyam manusyam janma paryayattad apy aphalatam jatah tesam atmabhimaninam varakanam anasritya govinda-carana-dvayam, Seseorang mencapai bentuk kehidupan manusia setelah bertransmigrasi melalui 8400000 spesies kehidupan dengan proses evolusi kesadaran secara gradual. Bahwa bentuk kehidupan manusia dilupakan sehingga menjadi orang yang kurang cerdas dan angkuh yang tidak mau berlindung di kaki padma Govinda (Krishna).” (Brahma-vaivarta Purana).
Dalam Padma Purana menyatakan “Ada 900000 spesies hidup yang hidup di air; 2000000 spesies tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan; 1100000 spesies serangga; 1000000 spesies kehidupan burung ; 3000000 spesies binatang buas; dan 400000 spesies kehidupan manusia.” (by ngarayana)

Dari pertanyaan no. 2 hal itu mustahil terjadi karena kejahatan itu memang sengaja diciptakan Tuhan, Didalam  ceritra para Dewa melawan Asura atau raksasa didalam memperebutkan tirta amertha disebutkan bahwa kejahatan akan selalu ada karena itu sumpah dan kutukan dari para Asura atas kecurangan para Dewa. Dewa Narayana bersabda bahwa kejahatan tidak bisa dipisahkan dengan kebaikan , kejahatan ada untuk menyempurnakan kebaikan itu sendiri.hitam ada karena putih dan putih ada karena hitam(dalam arti umum), kita bisa melihat karena ada hal yg berbeda. Kejahatan merupakan simbol asura , kebaikan merupakan simbol para dewa (sifat-sifat kedewataan)

NB: Walopun Membahas sesuatu yang tak berguna (tidak ada nilai kebenaran) namun saya dan anda berharap hal-hal ini menjadikan kita belajar merenungi ajaran-ajaran SANATANA DHARMA (kebenaran abadi)

SATYAM EVA JAYATE



3 Komentar:

Mertamupu Andika Putra mengatakan...

sssssttttttt

vedasastra mengatakan...

Mantap bli.

Mertamupu Andika Putra mengatakan...

baru belajar... hehehe...

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts