e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Persembahan Buah , Kearifan Hindu Untuk Hidup Sehat

Tanpa kita sadari banyak hal yang kita dapat petik himahnya dalam persembahan / upakara  dalam ajaran agama hindu (sanatana dharma ) pada kususnya di Bali.

Yang kita bahas disini adalah persembahan berupa buah-buahan, secara Ilmiah buah (pada umumnya) sangat bermanfaat bagi kesehatan , apakah pernah terbayang  di dalam pikiran anda bahwa persembahan buah adalah sebuah kearifan leluhur kita untuk menerapkan hidup sehat? Mungkin kita belum sempat berpikir sejauh itu dan atau berpikir secara ilmiah, sejauh ini mungkin kita memaknai persembahan buah hanya sebatas sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Ida sang Hyang Widhi Wasa yang dilimpahkan kepada kita, namun lebih dari itu persembahan buah akan lebih bermakna lagi jika kita memaknai dari segi cara hidup sehat
Coba bayangkan sejenak!!!! Kita atau Orang Tua kita membeli buah untuk membuat banten , terkadang jumlahnya tidak sedikit jika upakaranya dalam sekala besar, pada umumnya mungkin Orang tua kita beli buah apel 2 Kg, Buah Pear 1 Kg, Jeruk 2 Kg , dan lain-lain, Sepintas berpikir, “apakah Tuhan membutuhkan Buah-buahan? Saya Rasa Tidak…

Terus kenapa kita mempersembahkan buah? Aneh memang… Tetapi kita akan bangga bila kita mengetahui makna dan tujuan sebenarnya.

Tujuan yang utama adalah untuk mengungkapkan rasa puji syukur kehapan Tuhan yang maha Esa atas Rahmat dan Karunianya.

Namun dibalik itu ada hal-hal yang mungkin lebih bermakna dari itu, kita sama-sama tahu bahwa buah bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan bisa menggiurkan air ludah, dengan mempersembahkan buah-buahan secara otomatis kita sudah menerpakan hidup sehat,Kenapa Demikian? Sudah jelas jawabanya… Buah-buahan yang kita persembahkan adalah untuk dimakan setelah dipersembahkan bukan untuk dibuang. Kita makan bersama keluarga , bahkan kita bagi - bagi ke oarng lain atau tetangga.

Secara tidak sadar atau sadar setiap kita atau orang tua kita  mau sembahyang pada umunya jika  ada odalan di pura / merajan, mau tidak mau pasti akan membeli buah walopun tidak ada paksaan, orang miskin sekalipun kalo untuk dipake persembahan atau banten pasti iklas membelinya meskipun tidak semeriah si kaya. Odalan sering dilaksanakan di pura-pura baik merajan maupun kahyangan tiga ataupun ke pura-pura beasar lainya , brarti kita semakin sering bisa makan buah-buahan.

Adakah didalam sloka yang menyebutkan hal tersebut di dalam Veda? Hal tersebut mengacu pada sloka yang berbunyi ” buah-buahan atau makanan apa yang anda sukai hendaklah itu yang dipersembahkan dan  sebelum dimakan hendaklah dipersembahkan terlebih dahulu ” kurang lebihnya seperti itu bunyi slokanya... mungkin anda yang lebih tahu bunyi slokanya seperti apa.. saya hanya ingat kurang lebihnya seperti itu. Kalo anda suka apel atu anda suka buah Pear itulah yang anda persembahkan.
Siapa sih yang tidak suka makan buah?
Contoh buah yang biasanya selalu dipake di dalam membuat banten atau persembahan kepada leluhur ataupun Ida sang hyang Widhi Wasa adalah Buah Pisang ... Kenapa Pisang?
Pisang memiliki nilai gizi yang tinggi , pisang juga adalah pengganti susu.Penting juga diketahui kenapa di Bali persembahan menggunakan Pisang..sedangkan di India persembahan menggunakan Susu? Sudah jelasss... di Bali susu sapi / sapi perah tidak ada di Bali.. pisanglah penggantinya..
Hal yang tak kalah penting yang perlu kita perhatikan dan kita harus melaksanaknya adalah kita harus menyadari ketersediaan buah-buahan sangatlah terbatas atau semakin berkurang

Untuk memenuhi ketersediaan buah-buahan minimal  kita mesti rajin  menanam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan jangan hanya bisa memakanya  supaya dunia ini menjadi hijau dan sejuk buahnya  pun kita dapat. Kalo sudah demikian kita sudah ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan dunia kita dari pemansan Global (global Warming).

Kalo kita simpulkan ” betapa bijaksananya leluhur kita ”
>>>

Rasa Syukur...
makan buah enak....
badan sehat...
pikiran jernih...
bumi hijau...
hidup menjadi damai...
<<<<


Nah .. saudara-saudara sebangsa dan setanah air sering-seringlah makan buah dan rajin-rajinllah menanam pohon

Salam Mertamupu
Om shanti, Shanti , Shanti
Om Tat Sat

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts