e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Kerja dan swadharma menurut sarasamuscaya


Bagian IV
SARASAMUSCAYA

Sarassamuscaya disarikan dari kitab Itihasa Maha Bharata  oleh Bagawan Wararuci, kitab aslinya ditulis dalam dua bahasa : bagian slokanya bebahasa Sanskerta dan tek ulasanya berbahasa Jawa kuno, Menurut Raghu Wira  sloka yang menjadi isi Sarasamuscaya berjumlah 517 bait. Kemudia ke 517 tersebut oleh Sudharta (2004) dikelompokan menurut isinya menjjadi 28 bab. Masing-masing bab diberi judul dalam bahasa Indonesia..

Kerja dan Swadharma menurut Sarasamuscaya

Bhagawan Wararuci menegaskan bahwa hanya dengan mengusahakan dharma orang dapat memperoleh Arta, Kama dan Moksa . Arta dan Kama dalah tujuan duniawi sedangkan moksa adalah  tujuan rohani.  Seseorang akan dapat meraih empat tujuan hidup apabila ia menjalani tahapan hidup secara wajar dan benar, ada empat tahapan hidup yaitu yg disebut catur asrama :

Brahmacari asrama ; pada tahap ini seseorang harus tekun mwempelajari dharma,dharma berarti kebenaran yg berwujud ilmu mpengetahuan duniawi maupun rohani.

Grahasta asrama ; masa hidup berumah tangga ,seseorang harus mengaplikasiakn ilmu yg dikuasai menjadi keterampilan hidup untuk mendapatkan arta dan kama.

Wanaprasta asrama ; tahap dimana seseorang  melimpahakan tanggungjwabnya sebagai kepala rumah tangga dan mulai mengarahkan perhatianya ke hal-hal yg bersifat rohani.

Biksuka atau sanyasin; tahap dimana ditandai oleh sikap dan prilaku yg merdeka, artinya ia tidak terikat  oleh segala hal yg bersifat duniawi.

Sloka-sloka kerja dan swadharma menurut sarasamuscaya :

Betapa utamanya dapt menjelma  manjadi manusia , mengapa demikian? Karena ,kamu dpat menolong dirimu dari keadaan sengsara dengan berbuat bajik, demikianlah keunggulanya menjelma menjadi manusia (SS, 4)

Simpulnya, pergunakanlah dengan sungguh-sungguh kesempatan menjelma menjadi manusia ini, karwna kesempatan ini sungguh sulit iperoleh, bagai memperoleh tangga masuk sorga, maka, segala perbuatan yg menyebabkan kamu tidak jatuh (sengsara) lagi itulah yg patut kamu kerjakan. (SS:6)

Pada intinya, jika arta kekayaan dan kenikmatan hi9dup yg dicita-citakan, maka usahakanlah Dharma (peerbuatan baiak) terlebih dahulu, dengan demikian tidak perlu disangsikan lagi, kamu pasti akan mendapatkan arta kekayaan  dan keindahan hidup, sebaliknya , tidak ada manfaatnya arta kekayaan dan kenikmatan hidup jika diperoleh  denganjalan  adharma(amoral) (SS:12)

Seperti halnya matahari , ia terbit untuk meolenyapkan elapnya dunia. Demikian jnuga orang yg selalu  mengusahakan dhrama (berbuat baik) itulah (xcara yg dapat dipakai) untuk dapat melenyapkan segalaa papa. (SS:16)

Bahwa segala aktivitas yg dilaksanakan oleh orang yg arif, orang suci, orang yg satia wacana, orang yang menguasai inderanya, dan orang tulus iklas adalah perbuatan yg berlandaskan dharma, oleh karena itu , contohlah perilaku bajik mereka. Berbuat dengan mencontoh mereka berarti mel;aksanakan yg disebut dharma prawrti (mengamalkan Dharma).( SS; 42)

Swadharma Sang brahmana :

Inilah kewajiban sang brahmana : belajar aji, pengetahuan suci, beryadnya:kurban, Berdana punia: beramal, Melakukan tieta yatra : penyucian diri ke tempat-tempat suci, Mengajar : meminpin upacara korban, dan menrima dana.(SS: 56)

Swadharma Sang Ksatria :

Adapun kerja yang menjadi kewajiban sang ksarria adalah : mepelajari weda, selalu melaksanakan agnihotra, melaksanakan yadnya, menjaga perdamaian dunia(negara), mengenal bawahan dan sanak keluarga, dan beramal sedekah , bila berprilaku demikian, kamu akanh memperoleh surga kelak. (SS: 58)

Swadharma Sang Waisya :

Inilah yg patut dilaksanakan sang waisya: belajarlah kamu kepada sang barahmana atau juga kepada ksatria, berdanalah saban waktu, pada hari baik. Bagikanlah secara adil dana tersebut kepada mereka yg datang memerlukan bantuanmu: tekunlah memuja sang triagni yaitu tiga api suci: ahawaniya, garhaspatya dan citagni; ahawaniya artinya api tukang masak untuk memasak makanan, garhaspatya artinya api upacsara perkawinan, itulah api yang dipakai saksi pada waktu perkawinan dilangsungkan, citagni artinya api untuk membakar mayat, itulah yang disebut tiga api suci , api itu lah yang harus dihormati dan dipuja oleh sang waisya, perbuatan demikian itu menyampaikan dia ke alam sorga kelak. (SS: 59).

Swadharma Sang Sudra :
Akan perilaku sang sudra, sedia mengabdi kepada sang brahmana , ksatrya dan waisya, sebagaimana harusnya : apabila puaslah ketiga golongan yang dilayani olehnya maka terhapuslah dosanya dan berhasil segala usahanya. (SS: 60)


Sekali lagi ditekankan bahwa dalam mendapatkan sesuatu hendaklah di usahakan atas dasar dharma, dan hasil usaha itu hendaknya dibagi tiga, fungsi ketiga bagian itu perhatikan. (SS: 2610

Inilah fungsi arta dimaksud : satu bagian pertama adalh untuk biaya mencaai dharma;satu bagian kedua  mendapatkan kenikmatan hidup; dan satu bagian ketiga adalah untuk modal keberhasilan usaha. Kembangkanlah  usahamu, demikian fungsi (pahalaitu), maka dibagi tiga oleh mereka yg bercita-cita hidup bahagia. (SS; 262)


Argumentasi ;

            bagian ini menekankan konsep catur marga : Dharma, Arta, Kama, dan Moksa dan pembagian tahapan hidup yg disebut catur asrama : Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta, dan Biksuka atau sanyasin serta pembagian profesi yg disebut Catur Warna : Brahmana Warna, Ksatria Warna, Waisya Warna, dan Sudra Warnaa.Pada

            Isi dari keseluruhan buku Kerja dan Swadharma : Teks Adisastra Hindu ini sangat bagus bagi umat yg aktive dalam bekerja atau berkarya. Sloka-sloka yg dicantumkan  begitu indah dan mengagumkan serta masih sangat relevan diterapkan pada masa kini.

Namun.. sebuah buku tidak terlepas dari kekurangan maupun kelebihan walopun tidak begitu spesifik. Kekurangan buku ini dari keseluruhan adalah;

o   Bahasanya yg terlau menjelimet atau rumit
o   Penampilan paragraf kurang menarik.
o   Tidak dilampirkan kosakata atau daftar kata – kata sulit

Demikianlah uraian singkat buku Kerja dan Swadharma : Teks Adisastra Hindu , Semoga berguna bagi pembaca  terutama Umat Hindu khusunya, dan Pecinta buku pada umumnya. Semoga uraian ini memberikan nilai tambah bagi pembaca. Tak lupa saya ucapkan terima kasih .

Ringkasan artikel di atas Bagian I – IV diambil dari buku KERJA DAN SWADHARMA: Studi Teks Adisastra Hindu karangan
 Ida Bagus Yudha Triguna
I Wayan Suka Yasa
Ni Made Surawati

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts