e-mail: mupu.merta@gmail.com www.kompasiana.com/mertamupu.co.id

Free Think About Everrything

Kerja dan swadharma menurut Bhagawadgita


Bagian II
BHAGAWADGITA

            Bhagawadgita secara ringkas yang keseluruhanya terdiri atas 18 bab dan 700 sloka,  Sri Sangkara menyatakan bahwa Bhagawadgita yang termasyur ini adalah sari ringkas inti dari seluruh ajaran Weda. Pengetahuan dari ajaranya mengantarkan pada realisasi dari semua cita-cita.

Kerja dan Swadharma
            Sri Krsna mengajukan tiga gagasan besar yg menjadi roh teks Bhagawadgita: Jnana,Karma, dan Bhakti. Ketiga roh tersebut adalah Yoga.
Jnana , yaitu berpikir idealis yang kemudian direalisasikan dalam wujud karma – bhakti “ kerja” untuk memenuhi kewajiban hidup sebagai Yanjna  (kurban). Jadi , Berbuat atas nama Tuhan
            Dasar kerja tidak bisa dipisahkan dengan tujuan kerja itu sendiri, sejak awal Sri Krsna mengajarkan bahwa kerja dalah hukum alam yg didasarkan pada kehendak tuhan dengan mengaktifkan Tri guna

            Secara ideal, tujuan kerja adalah mencapai kesempurnaan, yaitu bebas dari kerja itu sendiri. Untuk mencapai tujuan mulia tersebut seseorang harus melaksanakan kerja dengan jiwa besar.

            Alam semesta beserta isinya diciptakan  atas dasar yajnya dan sebaliknya, yanjnya  ada karena karma, asal usul kerja adalah Tuhan , ia sendiri sendiri sibuk bekerja. Bila Ia tidak bekerja dunia ini pun hancur musnah dan dengan cara seperti itu  berarti tuhan memberi contoh kerja nyata pada umatnya untuk aktif bekerja.

Oleh karena itu , laksanakan segala kerja
Sebagai kewajiban tanpa terikat pada akibatnya
Seba dengan melakukan kegiatan kerja yang tak terikat
Orang akan mencapai tujuan utama.
( Bhagawadgita,III;19)

Kerja dalah puja yang dapat dipersembahkan kepada kekuatan besar ( Tuhan ) yang mengambil bentuk sebagai alam ini. Sri Krsna membedakan kerja menjadi tiga jenis;
Karma       :  berbuat baik
wikarma    : berbuat salah
akarma      : tidak berbuat
pembagian kerja ditentukan atas dasar guna dan karma , guna adalah sifat yang mendominasi kepribadian seseorang, sedangkan karma adalah kegiatan kerja yang cenderung diminati oleh seseorang, pembagian kerja bukan didasarkan atas kelahiran, jenis kelamin, status, dan kekayaan dimiliki seseorang.

Catur warna kuciptakan
menurut pembagian dari guna dan karma ( sifat dan pekerjaan )
meskipun aku sebagai penciptanya,
ketahuilah aku mengatasi kerja dan perubahan.
( Bhagawadgita, IV:13)

Landasan kerja menurut Bhagawadgita:
Sejak dahuluAaku telah katakan, wahai Anaga (yang tanpa dosa), ada dua jalan suci di dunia ini: jalan Jnana (ilmu pengetahuan) bagi cendikiawan dan jalan Karma (kerja) bagi ia yg suka bekerja. (BG.III:3)
           
Walo sesaat, tak seorangpun berdaya untuk tidak bekerja,karena, setiapa orang dijerat oleh hukum karma (hukum alam semesta), hukum semestalah yang memaksanya untuk bekerja.(BG.III:5)

Orang harus mengerti tentang karma (perbuatan baik), tentang wikarma (perbuatan keliru), dan tentang akarma (tidak berbuat), karena dalam prakteknya, sangatlah sulit membedakan ketiganya. (BG.IV:17)

Cara kerja menurut bhagawadgita :
Mengurbankan kerja dengan tujuan mendapatkan pahala, menyebabkan ornag terikat pada hukum karma, karena itu hai arjuna, bebaskan dirinu dari keterikatan akan pahala kerja, caranya , bekerjalah sebagai yadnya, bekerjalah dengan rasa iklas.(BG.III.9)

Maka itu, laksanakanlah kerja sebagai kewajiban tanpa keterikatan, sebab hanya dengan tidak terikat, dengan melaksanakan kewajiban secara iklas orang mencaoai kemuliaan. (BG.III.19)

Tujuan kerja menurut bhagawadgita :
Tanpa kerja orang takan mencapai kebahagian, demikian juga dengan menghindari kerja, orang tidak mungkin mencapai kesempurnaan.(BG.III.4)

Orang bodoh bekerja karena tertikat akan hasilnya, semata untuk dirinya, sebaliknya hai barata, orang bijak bekerja tanpa rasa keterikatan, ia bekerja semata untuk kesejahtraan masyarakat. (BG.III,25)

Argumenttasi:

            Dari semua sloka yang ada dalam buku pada bagian ini isinya sangat menarik namun disini dicantumkan hanya beberapa sloka saja yang menurut saya isinya begitu mengagumkan, ajaran yang sudah dari jaman sebelum masehi masih sangat relevan sampai sekarang. Ajaran suci yang tiada tandinganya.
            Saya pribadi sebagai orang yg percaya adanya rainkarnasi tuhan (krisna) sangat bangga dengan ajaran-ajaran beliau. Tak ada kata yg dapat melukiskan rasa bangga itu, dengan hanya membaca slokanya saja sudah merasa bahagia apalagi menerapkanya dalam kehidupan, mudahan-mudahan beliau berkenan hadir dalam hati setiap insan manusia, semoga damailah dunia ini.

           

0 Komentar:

Opini Pilihan

Mencari Tulang Manusia ke Kuburan

Ada perintah dari seseorang kepada saya untuk mencari tulang guru (bapak saya) ke kuburan. Saya mulai perjalanan dari pemagpagan (tempat me...

Opini Terbaru

Kategori

Arsip Blog

Popular Posts